Miris, Orangtua Rela Beli Kursi dan Meja Sendiri Belajar Asal Anak Bisa Sekolah

605
Pesona Indonesia
Orang Tua Siswa Datangi Disdik
Orang Tua Siswa Datangi Disdik

batampos.co.id – Ratusan anak di wilayah kecamatan Sagulung terancam putus sekolah tahun ini. Pasalnya PPDB untuk sekolah menengah umum (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri tak bisa mengakomodir semua calon siswa yang hendak melanjutkan jenjang pendidikan menengah atas.

Orangtua yang anaknya sudah tamat dari sekolah menengah pertama (SMP) kebingungan saat ini. Upaya mereka untuk memasukan anaknya di sekolah negeri seolah-olah sia-sia.

Setelah mengetahui anaknya tak lolos pada PPDB on line untuk SMA atau SMK negeri, para orangtua sudah berulang kali mendatangi sekolah terkait, dinas pendidikan kota Batam termasuk ke kantor wali kota Batam, namun sampai Kamis (30/6) belum ada solusi sama sekali.

Para orangtua pun pasrah dan mereka tak tahu lagi harus berbuat apa. Untuk masuk ke sekolah swasta, mereka mengaku tak punya cukup biaya.

“Mungkin tak bisa lanjut tahun ini. Terpaksa tunggu tahun depan kalau memang mau lanjut sekolah. Jujur saja tak sanggup saya biayai anak ke sekolah swasta,” ujar Heni salah satu orangtua siswa yang anaknya tak diterima di SMAN 5 Batam.

Sebelumnya kata Heni berbagai upaya sudah dilakukan termasuk mendaftar anaknya di tiga pilihan sekolah yakni SMAN 5, SMAN 17 dan SMAN 19, namun tiga-tiganya tak lolos. Dia bahkan sudah mendatangi kantor Disdik Batam dan kantor wali kota Batam namun tak ada solusi sama sekali.

Heni mengaku sangat kecewa keterbatasan sekolah negeri di wilayah tempat tinggalnya. Padahal sebagai orang kurang mampu, sekolah negeri adalah satu-satu harapan bagi dia agar anaknya bisa melanjutkan pendidikan.

“Kecewa berat dengan pemerintah. Setiap tahun selalu begini, tapi sepertinya tak ada solusi. Mau kemana lagi anak kami sekolah pak,” katanya.

Safri, warga lainnya yang anaknya tak diterima di SMKN 5 Batam, mengaku rela membelikan kursi dan meja sendiri untuk anaknya belajar di SMKN 5, jika memang alasan pihak sekolah daya tampung sekolah terbatas sehingga anaknya tak lolos pada seleksi PPDB reguler kali lalu.

“Mau belajar di luar kelas ataupun harus beli kursi dan meja sendiri tak apa-apa asalkan anak saya diterima dan bisa lanjut sekolah,” ujar warga dapur 12, Sagulung itu.

Safri mengaku SMKN 5 adalah satu-satunya harapan bagi sang anak untuk tetap melanjutkan pendidikan, sebab di lokasi tempat tinggalnya itu hanya satu sekolah negeri yakni SMKN 5 itu.

“Kalau di swasta tak mampu saya. Saya cuman buruh bangunan. Kenapa orang-orang yang mampu malah diterima sementara anak saya yang benar-benar tak mampu tidak diterima,” protes Safri.

Para orangtua yang anaknya tidak lolos pada PPDB kali lalu tetap berharap kepada Pemko Batam agar memberikan solusi yang tepat agar anak-anak mereka bisa lanjut di sekolah negeri. (eja)

Respon Anda?

komentar