Petugas Kebersihan Tak Bekerja, Sampah Berserakan

547
Pesona Indonesia
Warga melintas di depan tumpukan sampah dekat Ruko GMP Tanjungpiayu, Seibeduk, Minggu (8/5). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Warga melintas di depan tumpukan sampah dekat Ruko GMP Tanjungpiayu, Seibeduk. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Satu hari petugas kebersihan tidak bekerja mengangkut sampah, karena melakukan aksi unjukrasa di Kantor Wali Kota, Kamis (30/6). Akibatnya sampah bertumpuk disejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah Sagulung dan Batuaji.

Dari pantauan dilapangan tumpukan sampah yang tidak diangkut terlihat terjadi di TPS Fanindo, TPS Simpang Base Camp, dan TPS Simpang Nato.

Jenis sampah tersebut berupa plastik, kain, kayu, dan sampah rumah tangga yang lainnya. Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan, sampah itu juga ada yang berbau busuk.

“Biasanya pagi-pagi petugas kebersihan sudah mulai bekerja, tapi pagi ini tidak terlihat,” ujar Maryana seorang pemulung di TPS Fanindi Batuaji, Kamis (30/6).

Maryana mengatakan kalau sampah di lokasi tersebut sangat cepat menumpuk, apa lagi dalam bulan suci Ramadan ini biasanta volume sampah rumah tangga lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya.
“Satu hari saja sudah berserakan,” ucap Maryana.

Sementara itu, Sebelumnya, Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam Yudi Admaji mengatakan memang saat ini petugas tidak ada yang bekerja sedang melakukan aksi unjuk rasa di kantor Pemerintah Kota Batam, mereka menuntut pembayaran THR. “Semuanya mendatangi kantor walikota,” kata Yudi.

Yudi mengaku tidak bisa memastikan kapan anggotanya turun dan bekerja dilapangan, hingga pukul 12.00 WIB petugas kebersihan masih melakukan aksi protes di Kantor Wali Kota. “Semuanya masih di Kantor Wali Kota,” tutur Yudi singkat. (cr14)

Respon Anda?

komentar