Renato Sanches: Muda, Penuh Talenta, dan Percaya Diri

1156
Pesona Indonesia
Renato Sanches. (foto: AFP)
Renato Sanches. (foto: AFP)

batampos.co.id – Pelatih Portugal, Fernando Santos, mengambil sebuah keputusan mengejutkan kala menghadapi Polandia di perempat final Euro 2016, Jumat (1/7) dini hari WIB. Dia menampilkan pemain belia, Renato Sanches, sebagai starter.

Untuk kali pertama di Euro 2016 ini, Sanches dipercaya sebagai starter. Dalam laga-laga sebelumnya, gelandang yang musim depan bermain bersama Bayern Munich tersebut hanya bermain sebagai pengganti.

Keputusan Santos tersebut terbukti membuahkan hasil manis. Sanches tampil sangat luar biasa. Meski pada 18 Agustus mendatang usianya baru genap 19 tahun, dia seolah bermain seperti pemain senior.

Puncaknya terjadi pada menit ke-33, saat dia mencetak gol penyama kedudukan usai mendapatkan assist dari Luis Nani. Gol tersebut membuat dirinya menjadi salah satu pencetak gol termuda di pentas Euro. Umur Sanches adalah 18 tahun 317 hari.

Sanches berada di bawah Johan Vonlanthen yang mencetak gol di pentas Euro dalam umur 18 tahun 141 hari, dan Wayne Rooney dalam umur 18 tahun 237 hari.

Predikat man of the match pun wajar disematkan kepadanya, karena dalam adu penalti, dia juga sukses menjalankan tugasnya. Sanches menjadi penendang kedua Portugal setelah Cristiano Ronaldo.

Salah satu kelebihan Sanches adalah memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Dia mengungkapkan tak merasa gugup ketika ditunjuk sebagai algojo penalti oleh Santos.

“Pelatih meminta saya untuk menendang dan itu sudah menjadi keputusan. Ronaldo pertama dan saya kedua. Saya sangat percaya diri bisa melakukannya,” ujar Sanches dalam pernyataannya usai menerima penghargaan man of the match.

“Saya hanya berpikir bagaimana bisa mencetak gol. Saya sama sekali tidak gugup dan bahkan saya santai menghadapi tendangan penalti itu. Dalam pikiran saya hanya satu yakni tendang dan gol,” imbuhnya.

Sanches sendiri berhasil meraih predikat man of the match dua kali beruntun. Saat mengingkirkan Kroasia di babak 16-besar, dia juga mendapat penghargaan serupa.

Meski begitu, Sanches tidak lantas takabur. Dia merasa penghargaan itu datang dari tim, bukan berkat dia sendiri. (jpnn)

Respon Anda?

komentar