Sudah Antre Sejak Subuh, Tiket Ternyata Tak Dijual

608
Pesona Indonesia
Ratusan calon penumpang mengantre untuk mendapatkan tiket feri. Bahkan sebagian dari mereka rela mengantre sejak subuh meski akhirnya tak dapat tiket juga, Kamis (30/6). foto:syahid/batampos
Ratusan calon penumpang mengantre untuk mendapatkan tiket feri. Bahkan sebagian dari mereka rela mengantre sejak subuh meski akhirnya tak dapat tiket juga, Kamis (30/6). foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Antrean calon penumpang di loket penjualan tiket feri tujuan Tarempa-Letung-Tanjungpinang membludak sejak pukul 03.00 WIB dini hari, Kamis (30/6). Mereka berebut berharap ingin mendapatkan tiket feri. Sayangnya, meski ratusan calon penumpang ini rela mengantre sejak subuh, tak satupun mereka dilayani pembeliannya.

Hal tersebut memicu emosi ratusan calon penumpang yang membuat suasana hampir ricuh. Calon penumpang ini rela mengantre tiket sejak subuh, karena berpatokan seperti biasanya yakni setiap dua hari, sebelum ada jadwal pelayaran, maka penjualan tiket sudah dilayani. Ternyata kondisi riil di lapangan sebaliknya.

Hal tersebut mencerminkan masih belum maksimalnya Pemkab Anambas dalam mempersiapkan dan menyediakan sarana transportasi untuk pemudik di Anambas jelang Idul Fitri.
Seperti yang dikatakan salah satu calon penumpang yang rela mengantre sejak subuh, Indra.

”Kemarin orang agen tiket kasih tahu kalau dua hari sebelum ada jadwal, tiket sudah bisa dibeli. Makanya saya datang pukul 03.00 WIB, pas waktu bangun sahur itu ngantre tiket. Takutnya kan kalau datang pagi atau siang, pasti sudah ramai orang, takut tak kebagian tiket,” terang Indra.

Mengetahui ratusan calon penumpang sudah pada mengantre di depan loket berjam-jam, pekerja tiket baru menjelaskan ke calon penumpang, bahwa hari ini (kemarin) tak ada penjualan tiket feri, karena ada perubahan jadwal.

“Kemarin feri tak berangkat, jadi besok (hari ini) penjualan tiket baru dibuka untuk keberangkatan hari Sabtu (2/7),” ujar penjual tiket menjelaskan ke kerumunan calon penumpang yang ngantre tiket.

Merasa sudah mengantre lama dan capek berdesak-desakan, serta berebut, ratusancalon penumpang langsung emosi dan berteriak-teriak memaki penjual tiket di loket. Tahu kondisi sudah memanas, perwakilan agen feri membuka pembicaraan dan kesepakatan dengan ratusan calon penumpang yang sudah menunggu sejak subuh. Calon penumpang yang mengantre ini langsung dimasukkan dalam daftar tunggu dan dicatat oleh agen feri.

Karena kejadian tersebut, Pemkab Anambas langsung melakukan koordinasi dengan pengelola kapal feri untuk mencari solusi ke depan, supaya semua pemudik bisa terangkut.

Dari hasil rapat menyatakan, pihak pengelola menyanggupi untuk melayani rute dari Anambas, mulai Sabtu (2/7) akan melakukan pelayaran setiap harinya sampai H-2. “Mulai Sabtu, kapal akan berlayar setiap harinya sampai H-2 sesuai hasil rapat yang kami gelar tadi (kemarin),” kata Wakil Bupati, Wan Zuhendra saat ditemui setelah menggelar rapat tersebut kepada wartawan.

Wan menghimbau kepada seluruh pemudik yang akan berangkat, diharapkan lebih bersabar dan jangan panik menghadapi persoalan yang terjadi.

“Alhamdulilah pihak pengelola berjanji menyanggupi permintaan dari Pemkab, agar moda transportasinya dapat melayani pelayaran setiap hari menjelang H-2 khususnya jelang lebaran,” terang Wan.

Sementara itu, perwakilan agen kapal feri di Tarempa, Acai mengatakan, hasil rapat yang digelar memutuskan agar kapal tersebut dapat melayani pelayaran jelang lebaran ini setiap hari. Namun ia juga tidak dapat memastikan, sebab semua itu tergantung dari keadaan cuaca atau kondisi kapal.

“Sejauh ini informasi yang saya dapat dari agen di Tanjungpinang menyanggupi kapal itu berlayar setiap hari, namun tergantung keadaan cuaca dan kondisi kapal,” ujar Acai.

Diketahui, jumlah seat (tempat duduk) untuk feri VOC Batavia sebanyak 125 seat, sedangkan untuk kapal feri Transnusa jumlah seat ada 198 kursi.

“Hal ini yang harus diantisipasi, kami akan memprioritaskan pemudik yang memiliki tiket. Kalau tidak ada tiket tidak bisa berangkat,” terang Acai. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar