Warga Tanda Berburu Lailatulqadar dengan Tradisi 7 Likur dan Buka Bersama

1144
Pesona Indonesia
Warga Kampung Tanda berbuka puasa bersama menyambut malam 7 likur. foto:hasbi/batampos
Warga Kampung Tanda berbuka puasa bersama menyambut malam 7 likur. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Momentum 10 malam terakhir bulan Ramadhan di Daik begitu berwarna. Ruas-ruas jalan dihias dengan lampu pelita dan pintu gerbang pada puncak tradisi 7 Likur atau malam ke duapuluh tujuh ramadhan yang jatuh pada hari Jumat (1/7) malam. Begitu juga halnya warga Kampung Tanda Hulu, Kelurahan Daik, menggelar buka bersama menjalin silaturahmi berburu Lailatuqadar di malam-malam terakhir.

Mansur, salah seorang warga Tanda mengatakan, kegiatan buka bersama telah menjadi rutinitas dan budaya warga setempat. Mulai dari awal Ramadhan, warga berswadaya mengumpulkan uang untuk membangun pintu gerbang, pelita hingga menyiapkan buka bersama.

“Buka bersama ini dah jadi tradisi buka bersama petang 7 likur di Tanda. Semua dilakukan bergotong royong, mulai dari membangun pintu gerbang hingga menyiapkan hidangan berbuka bersama,” beber Mansu, Jumat (1/7) sore.

Sejak 15 tahun terakhir, kata Mansur kebersamaan warga untuk dapat menjalin sitaurahmi terus dilaksanakan.”Sudah menjadi kebiasaan kita dengan warga di sini. Dari saya muda sudah ada. Menjalin silaturahmi, memeriahkan malam-malam 10 terakhir ini,” tambahnya.

Meskipun kebudayaan bukan menjadi syariat agama Islam, namun 7 likur bagi Mansur adalah simbol yang menjadi pengingat. Setiap 10 malam terakhir ditandai dengan pelita sesuai dengan jumlah malam. “Jadi pengingat kita saja, untuk mengisi malam-malam terakhir dengan beribadah dan menjalin silturahmi yang baik sesama warga. Mudah-mudahan terus berlanjut dan tidak hilang. Walau pintu gerbang yang cukup banyak dibuat tahun ini dan tidak diperlombakan, warga tetap antusias menjaga tradisi luhur ini,” sambung Mansur.

Pantauan dilapangan, sedikitnya terdapat 8 pintu gerbang warga kelurahan Daik, Panggak Darat dan Merawang memeriahkan 10 malam terakhir. Puncak 7 likur menjadi malam puncak hingga malam terakhir yang dimeriahkan dengan pawai takbir berkeliling ibukota Kabupaten Lingga. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar