Vaksin Palsu Beredar di Batam, Ditemukan Dokumen Pembelian di Apotik dan Klinik

3289
Pesona Indonesia
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Razia besar-besaran yang digelar BPOM pada beberapa waktu lalu, tak ditemukan satu vaksin palsu beredar baik di Batam maupun Kepri pada umumnya.

Tapi BPOM menemukan adanya dokumen pembelian vaksin dari sales freelance dari dua tempat di Batam. Dua sarana yang dimaksud yakni Apotik K dan Klinik B.

“Apotik K hanya ada nota pembelian dari sarana yang tidak resmi. Sedangkan Klinik B ditemukan hanya satu botol vaksin dibeli dari seorang sales freelance,” kata Kepala BPOM Kepri, Setia Murni kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Sabtu (2/7/2016).

Ia mengatakan mengenai asli atau palsunya tersebut, pihaknya tak mengetahui. Sebab di Apotik K tak ditemukan vaksin yang dijual, hanya dokumen pembelian dari tempat yang tak resmi sesuai anjuran Pemerintah.

Sedangkan di Klinik B, botol vaksin yang dibeli dari sales tersebut, saat ini dikirim BPOM ke Jakarta.

“Tapi untuk pengetesan satu botol saja tidak cukup. Diperlukan setidaknya enam botol,” ungkap Setia Murni.

“Sesuai SOP kami telah mengambil langkah. Dengan melakukan pemeriksaan pada dua sarana tersebut,” lanjutnya.

Namun ditegaskan kembali oleh Seti Murni hingga kini, pihak BPOM tak menemukan satu pun vaksin ilegal di Kepri. Ia juga mengatakan telah menjalin kerja sama dengan berbagai SKPD dan instansi terkait, untuk pencegahan masuknya vaksin palsu.

“Kami kerja sama dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya. (ska)

Respon Anda?

komentar