Gubernur Ganjar: Yuk Mudik Bersih, Mudik Rapi, Mudik Tertib

2413
Pesona Indonesia
Sejumlah pengendera melintas di samping proyek perbaikan jalur mudik lintas tengah Jawa Tengah jalur Weleri-Temanggung-Magelang di Candiroto, Temanggung, Jateng, Senin (29/6/2016). FOTO: Anis Efizudin/antara/simomot.com
Sejumlah pengendera melintas di samping proyek perbaikan jalur mudik lintas tengah Jawa Tengah jalur Weleri-Temanggung-Magelang di Candiroto, Temanggung, Jateng, Senin (29/6/2016). FOTO: Anis Efizudin/antara/simomot.com

batampos.co.id – Musik mudik, gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat peduli dengan suasana mudik Lebaran 2016 ini.

Dia buka Twitter-nya untuk hotline pengaduan selama 24 jam, buat melayani pemudik yang tujuan akhirnya ke Jateng atau sekedar melintas Jateng.

Keluhan macet dan bottlenecking lalu lintas dia hibur dengan jawaban-jawaban yang menyejukkan.

Termasuk soal keluhan buang sampah serampangan oleh pengemudi mobil yang ikut konvoi mudik.

“Ayo, silakan buang sampah di tempatnya. Yuk mudik bersih, mudik rapi, mudik tertib,” ajak Gubernur Ganjar Pranowo simpati.

Di sisi lain, Ganjar juga meminta kepala daerah, bupati dan walikota untuk menyiapkan petugas kebersihan dengan baik. Kalau ada 30 juta pemudik, 60 persen melintasi Jateng, maka produksi sampahnya akan naik sejumlah penduduk provinsi itu sendiri.

“Saya sudah minta petugas sampah disiapkan ekstra, jangan sampai tumpukan sampah justru mengganggu suasana mudik,” ujarnya.

Maka harus dari kedua belah pihak. Tamu para mudikers harus menahan diri untuk membuang sampah di tempatnya. Tuan rumahpun menyiapkan tenaga untuk manajemen sampah yang baik.

“Di destinasi mudik, destinasi wisata, pusat olah-oleh dan ruang publik, penanganan sampah kami seriusi,” jelas Ganjar.

Kelamahan managemen sampah selama ini, salah satunya libur Nasional yang juga berarti libur mengangkut sampah. Ini yang seharusnya bisa diatur waktunya. Libur itu bisa diatur waktunya, tidak harus sama. Seperti airlines, petugas polisi, keamanan, rumah sakit, dan lainnya tidak mungkin liburnya bersamaan.

“Ini soal prioritas dan pengaturan saja,” kata Ganjar dengan logat Jawa Tengahan yang khas.

Belum lama, Ganjar juga menenteng sapu lidi sendiri memimpin gerakan bersih-bersih di Stadion Jatidiri pada hari Minggu pagi. Dia sapu-sapu sampah di kompleks stadion kebanggan Jawa Tengah itu, di seputar pedagang tumpah di depan Dojo Karate dan Tae Kwon Do.

“Ayo sing resik, sing rapi! Ojo mbuang sampah sak karepe dewe!” ucap Ganjar langsung menyapu plastik dan bekas bungkusan makanan yang berserakan di kompleks itu.

Artinya: Ayo yang bersih, yang rapi, jangan buang sampah semau gue!”
Puluhan meme di Medsos juga ramai mewarnai kritik pada pemudik yang dianggap tidak berada, karena nyampah sembarangan. Berbagai hastag mengajak buang sampah di tempatnya juga marak, menyusul foto-foto tumpukan sampah di tepian tol dan rest area Brebes.

Juga pemandangan di Singaraja, Buleleng Bali yang “mabuk sampah.”
“Jalanan bukan tong sampah, jangan buang sampah sembarangan!” “Selfie boleh, Sampah Jangan!” “Buang uang boleh, Buang Sampah ditempatnya!” Begitu sebagian kata-kata netizen merespons sampah.

Menpar Arief Yahya juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan menjaga keindahan kawasan. Jangan kotori keindahan alam dan budaya dengan sampah yang jauh dari kesan beradab.

“Mudik bersih, mudik rapi! Dan jangan lupa, yuk berwisata #PesonaLebaran(kota) #PesonaKuliner(kota),” kata Arief Yahya.

Seperti diketahui, Jateng itu pusat wisata budaya dan wisata alam yang kuat. Ikon Borobudur sudah mendunia dan akan didorong percepatan pembangunan pariwisatanya. Karena itu harus dijaga penuh dari “teror sampah” yang bisa merusak reputasi Jawa Tengah. (inf)

Respon Anda?

komentar