Wabup Natuna: Nelayan Natuna Harus Siap !

2682
Pesona Indonesia
Presiden Joko Widodo saat meninjau perairan natuna menggunakan KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). Foto: istimewa
Presiden Joko Widodo saat meninjau perairan Natuna menggunakan KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Presiden Jokowi berencana menggeser para nelayan di wilayah Jawa untuk menangkap ikan di Laut Natuna. Jumlahnya sekitar 6.000 nelayan.

“Daripada orang lain yang main di sini,” kata Presiden.

Hal ini dikatakan Presiden saat menggelar rapat di Natuna 23 Juni 2016, lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Natuna Ngesi Yuni Suprapti, menegaskan rencana transmigrasi 6.000 nelayan di pulau Jawa ke Natuna harus disikapi posisif bagi nelayan lokal.

“Di media sosial sudah ada pro dan kontra akan masuknya 6.000 nelayan dari Jawa, intinya nelayan lokal harus siap bersaing,” kata Ngesti.

Dikatakan Ngesti, jumlah nelayan lokal sangat sedikit dibanding luasnya laut. Sehingga memang dibutuhkan nelayan dari pulau Jawa untuk ramaikan perairan Natuna dari pencurian nelayan asing.

“Jumlah nelayan tradisional Natuna hanya 9.000. Tentu jumlah itu sedikit,” kata Ngesti.

Disatu sisi, kata Ngesti, nelayan lokal akan terus diberikan pelatihan penggunaan peralatan tangkap lebih modern, agar siap bersaing dengan nelayan dari pulau Jawa.

Ngesti menambahkan, pemerintah sudah menyiapkan fokus program dibidang perikanan di Natuna sebagai percepatan pembangunan daerah perbatasan.

Tentu katanya, sektor percepatan pembangunan akan berjalan sinergi, supaya tidak ada lagi pengangguran, masyarakat punya lapangan pekerjaan baru,

“Masyarakat harus pahami, mari singsingkan lengan baju, kerja yang baik, tujuan kita pembangunan  Natuna masyarakat adil sejahtera ditahun 2020,” kata Ngesti.

Rencana ini sesungguhnya sudah lama.

2015 lalu wacana ini digulirkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar.

Marwan mengatakan, pemerintah dalam waktu dekat akan mengirimkan transmigran ke wilayah pantai seperti ke Kepulauan Natuna.

“Kami ajak saudara-saudara para nelayan dari pulau Jawa untuk bersama-sama menggarap potensi ekonomi bahari kita yang luar biasa untuk kesejahteraan bersama seluruh rakyat Indonesia” ujarnya, Jumat (27/3/2015).

Marwan optimistis program ini dapat memercepat pembangunan bangsa. Pasalnya, banyak potensi ekonomi bahari yang dimiliki Indonesia. Tidak hanya perikanan, tapi juga rumput laut, sumber daya mineral hingga wisata bahari. Nilainya diperkirakan 1,2 trilyun USD per tahun. Namun yang sudah tergarap masih sangat kecil. Yakni, baru sekitar 10 persen.

‪Para transmigran nantinya juga akan mendapat berbagai bantuan. Di antaranya ialah lahan, rumah, bantuan biaya hidup bulanan serta perahu dan alat tangkap ikan.

‪”Ini tentunya harus dipandang sebagai peluang yang diberikan oleh negara bagi warganya untuk lepas dari jeratan kemiskinan dan meraih kehidupan yang lebih sejahtera melalui program transmigrasi wilayah pantai,” tegas Marwan. (gir/jpnn/arn)

Respon Anda?

komentar