Hari Kedua Lebaran, Waktunya Liburan Bareng Keluarga

1898
Pesona Indonesia
Menteri Pariwisata, Arief Yahya.Foto: istimewa
Menteri Pariwisata, Arief Yahya.Foto: istimewa

batampos.co.id – Lebaran hari pertama biasanya dimanfaatkan khusus untuk silaturahmi dengan sanak keluarga  dari satu rumah ke rumah yang lain.

Nah, di hari kedua lebaran, menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, masih tetap hari silaturahmi, namun tidak lagi terfokus dari satu rumah ke rumah lainnya, dari satu kerabat ke keabat yang lainnya.

Hari kedua, bagi Arief Yahya waktunya untuk memanjakan diri bersama keluarga dan orang tercinta menikmati objek wisata, baik wisata alam maupun kuliner.

Bahasa sederhanya, waktunya piknik dan memanjakan lidah dengan beragam kuliner di daerah tujuan liburan.

Dirinya pun menyarankan agar masyarakat yang kehabisan ide untuk berlibur bisa mencari referensi melalui internet. “Caranya googling ke #PesonaLebaran(kota) atau #PesonaKuliner(kota),” sebut Menpar Arief Yahya yang juga sedang mudik di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dijelaskannya, tanda kurung buka tutup kota, dapat diganti sesuai dengan lokasi tepat Anda sedang berada. Misalnya, sedang mudik ke Banyuwangi, Jogja, Solo, Semarang, Malang, Surabaya, Kudus, Jepara, Tegal, Pekalongan, Magelang, Madiun, Bojonegoro, Bandung, Banten, Sukabumi, Tasik, Corebon dan 40 kota lainnya di Indonesia. Termasuk di luar Jawa, seperti Medan, Palembang, Padang, Lampung, Bintan, Kepri, Riau, Jambi, Manado, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Makassar, Morotai, Wakatobi, dan lainnya.

“Kemudian jangan lupa share hasil eksplorasi Anda ke media sosial. Bisa via Facebook, Twitter, Google+, Instagram, Pinterest, Youtube, atau semua platform medsos. Berbagi kebahagian, berbagi info, berbagi pengalaman itu akan menginspirasi banyak sahabat di hari raya,” kata Menpar Arief.

Tidak hanya itu, Menpar juga mengingatkan soal manajemen sampah di semua destinasi wisata. Dirinya berharap semua pengelola dapat mengurus sampah dengan baik, tidak membiarkan berserakan di mana-mana. Pasalnya, keberadaan sampah bisa merusak suasana dengan pemandangan yang tidak sedap dan aroma yang membuat bete.

“Tapi masyarakatnya juga jangan buang sampah sembarang. Buang sampah pada tempatnya, akan sangat menginspirasi pengunjung yang lain! Malu, kita bangsa besar, jika tidak bisa mengurus hal kecil seperti sampah,” ungkap Arief Yahya.

Bahkan, dirinya menuturkan orang-orang Indonesia jika beraktivitas ke Singapore bisa tertib, bahkan cenderung sangat taat aturan. Tidak buang sampah sembarangan, tidak meludah sembarang tempat, tidak merokok di lokasi yang mengganggu hak publik, dan serba tertib.

“Di negeri sendiri, di objek wisata sendiri, mestinya juga bisa tertib. Saya yakin bisa, jika kita saling mengingatkan. Bukankah kebersihan adalah sebagian dari iman?” tuturnya. (inf)

Respon Anda?

komentar