15.844 Warga Tanjungpinang dan Bintan Liburan ke Batam

480
Pesona Indonesia
Roro di Tanjunguban siap membawa penumpang ke Batam. foto:harry/batampos
Roro di Tanjunguban siap membawa penumpang ke Batam. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Sebanyak 15.844 warga Tanjungpinang dan Bintan menikmati liburan ke Batam melalui Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) dan Pelabuhan Bulang Linggi di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara selama Hari Raya Idul Fitri atau lebaran dari 6-10 Juli. Mereka berangkat dengan menumpangi kapal Roll on Roll off (Roro) dan speed boat.

Berdasarkan data yang diterbitkan Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Kantor Pelabuhan (Kanpel) Tanjunguban, dari 15.844 penumpang yang berangkat ke Batam sebanyak 11.820 orang menumpangi kapal Roro diantaranya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Barau, KMP Swarna Bengawan, KMP Jembatan Kapuas, KMP Kundur, KMP Lome, dan KMP Sembilang. Sedangkan 4.294 orang lagi menumpangi 12 unit speed boat.

“Penumpang yang berangkat ke Batam menumpangi kapal Roro sebanyak 11.820 orang itu menggunakan kendaraan roda dua sebanyak 3.279 unit dan kendaraan roda empat 1.366 unit,” ujar Kepala UPP Kanpel Tanjunguban, Edi Sumarsono saat meninjau Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Minggu (10/7).

Dalam melayani keberangkatan penumpang yang ingin menikmati liburan ke Batam, lanjutnya, Kapal Roro dioperasikan sebanyak 19 kali atau trip dari pukul 07.00-22.00 WIB. Kemudian untuk speed boat dioperasikan sebanyak 37 kali dari pukul 07.00-18.00 WIB. Bahkan kapal yang dioperasikan dikhususkan untuk mengangkut penumpang saja sedangkan untuk lori ataupun transportasi pengangkut barang dilarang diseberangkan selama lebaran.

Selain itu, sambungnya, seluruh kapal dipastikan telah memiliki kelengkapan keamanan dan kenyamanan untuk penumpangnya. Yaitu life jaket sebanyak jumlah penumpang, radio komunikasi dan GPS yang selalu aktif serta saling koordinasi antara sesama instansi ketika sedang beroperasi.

“Kita sering mengingatkan kepada kru kapal untuk mengutamakan keamanan, kenyamanan serta keselamatan penumpang. Jadi kita larang mengangkut barang muatan dan mengangkut penumpang melebihi kapasitas,” katanya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar