Defisit Anggaran pun Berdampak Pada Sewa Rumah Kontrakan di Anambas

647
Pesona Indonesia
Tarempa, Anambas.
Tarempa, Anambas.

batampos.co.id – Defisit anggaran yang terjadi di lingkungan Kabupaten Kepulauan Anambas sejak beberapa tahun terakhir ini terus dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari kalangan atas, atau golongan pejabat, menengah hingga kalangan ekonomi menengah kebawah atau masyarakat biasa.

Diakui beberapa tahun terakhir ini pegawai selalu mengeluhkan minimnya anggaran yang berdampak pada penghasilan. Selain pejabat, pengusaha juga merasakan dampak yang nyata. Salah satunya yakni pengusaha rumah kos atau kontrakan. Banyak pemilik rumah kontrakan yang saat ini kehilangan pelanggan karena banyak yang pindah dengan macam-macam alasan.

Karena tidak ingin kehilangan pelanggan, sejumlah pemilik rumah kost membanting harga dengan tujuan ada yang menempati. Tidak tanggung-tanggung, rumah ada pemilik rumah yang berani menurunkan harga sewa rumah hingga lebih dari 50 persen.

Salah satu pemilik rumah kos, Ade, mengatakan kalau ada yang mau menempati rumah miliknya akan diberikan harga yang spesial yakni Rp15 juta per tahun dengan ukuran rumah yang sedang didalamnya terdapat tiga kamar lengkap dengan pendingin ruangan.

Harga ini sangat jauh dari tahun-tahun sebelumnya karena pada tahun 2010 hingga tahun 2013 lalu, rumah kontrkan miliknya mencapai Rp 35 juta pertahun. “Kalau ada kita kasih Rp15 juga saja tak apa,” ungkapnya.

Dibagian lain, Eka salah satu pegawai pemkab Anambas, mengaku keberatan dengan kondisi saat ini karena penghasilan dengan pengeluaran tidak sebanding. Ia mengaku rumah kontrakan yang ia tempati saat ini juga masih mahal yakni Rp18 juta per tahun.

“Saya kalau bisa akan minta turun harga minimal Rp15 juta setahun untuk tahun depan, kalau tidak turun saya juga akan pindah cari yang lebih murah, tak tahan kalau begini,” ungkapnya.

Menurutnya meski ada pemilik kontrakan yang menawarkan harga murah, juga harus hati-hati karena bisa jadi harga itu hanya untuk satu tahun saja, sementara itu tahun berikutnya dinaikkan.

“Kalau ada yang menawarkan kontrakan murah, kita juga harus tanya, apakah tahun depan akan naik atau tidak, jangan sampai kita terjebak, setelah kita tempati ternyata tahun depan dinaikkan, ada yang seperti ini,” jelasnya.

Pindah rumah di Tarempa ini lain dengan pindah rumah di Batam atau Tanjungpinang. Karena disana transportasi mudah dan akses jalannya memadai. “Kalau pindahan di Tarempa itu capek yang ada, kalau kontrakannya tidak bisa dilalui tossa (angkutan roda riga), emang kita mau angkat barang pakai apa, tak mungkin pakai angkat pakai pundak,” celotehnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar