Dinas Kebersihan Kerahkan Satpol PP Angkut Sampah

669
Pesona Indonesia
Petugas kebersihan memuat sampah ke dalam truk di Seraya, Batuampar. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Petugas kebersihan memuat sampah ke dalam truk di Seraya, Batuampar. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam mulai memaksimalkan pengangkutan sampah yang sempat menumpuk pasca lebaran. Apalagi Pemerintah mengklaim penumpukan sampah merupakan imbas dari mogok kerja petugas kebersihan.

Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamnan (DKP) Kota Batam mengatakan akan memaksimalkan pengangkutan sampah yang sempat menumpuk. Pihaknya telah menyisir belasan tempat pembuangan sementara (TPS) yang sampahnya menumpuk.

“Sekarang kita di kawasan Mega Legenda, di sini memang terjadi penumpukan sampah, tapi Alhamdulillah sudah diatasi,” kata Yudi.

Tak hanya di TPS-TPS, pengangkutan sampah juga akan dimaksimalkan di perumahan-perumahan warga. Sebab, pasca lebaran pihaknya banyak mendapat keluhan dari warga.

“Kita akan maksimalkan. Namun tak semua sampah diseluruh Batam dapat kita angkut, mengingat volumenya cukup tinggi,” terang Yudi.

Diakuinya, saat lebaran jumlah tonase sampah meningkat sekitar 40 persen dibandingkam hari biasa. Dimana pada hari biasa jumlah sampah di enam Kecamatan di Batam berkisar 150 ton. Namun pada saat lebaran meningkat hingga 500 ton perharinya.

“Pastinya ada peningkatan, namun tak signifikan, karena banyak juga masyarakat yang pulang kampung. Tapi pengangkutan sampah kita tingkatkan, apalagi sempat terjadi mogok kerja petugas kebersihan,” imbuh Yudi.

Menurut dia, sebelum lebaran hingga pasca lebaran jumlah sampah yang dihasilkan oleh warga di enam kecamatan berkisar 2400 ton. Dan selama 4 hari pihaknya telah berhasil mengangkut sampah sekitar 1600 ton.

“Jadi setiap hari sampah yang berhasil dibawa ke TPA Punggur sekitar 400 ton. Dikali empat yakni hari Selasa, Jumat, Sabtu, dan Minggu yang totalnya 1600 ton,” sebut Yudi.

Sedangkan, sisa sampah sekitar 800 ton akan diupayakan bersih dua hari kedepan. Yang penumpukan sampah paling banyak di daerah Batuaji, Sagulung, dan Tanjungpiayu.

“Besok ( hari ini red) akan kita maksimalkan. Mudah-mudahan selesai karena kita juga dibantu oleh Satpol PP Batam,” kata Yudi.

Yudi menyebutkan jumlah petugas yang turun langsung membersihkan tumpukan sampah berkisar 420 orang. Mereka juga dibantu 80 orang petugas pertamanan.

“Mudah-mudahan cepat selesai, karena kita juga tak ingin adanya penumpukan sampah seperti ini,”tegas Yudi.

Ia juga membantah adanya penumpukan sampah yang terjadi di kawasan mitra kerjanya DKP. Sebab, pihaknya tak mendapat keluhan dari masyarakat adanya sampah yang menumpuk di daerah Lubukbaja, Bengkong, dan Batuampar.

“Dikawasan mitranya DKP aman, kita tak ada dapat keluhan dari call Center. Jadi disana aman,” klaim Yudi.

Sementara itu, dampak dari sampah yang menumpuk, lurah-lurah dibeberapa daerah turut turun tangan membersihkam sampah. Hal itu dikarenakan banyaknya keluhan dari masyarakat.

Seperti yang dilakukan Lurah Kampung Belian Aditia Guntur. Ia mengaku mencari solusi dengan beberapa stafnya terkait banyaknya keluhan tentang sampah menumpuk. Apalagi setiap harinya, ia mendapat telpon dari puluham warga mulai dengan nada halus hingga emosi.

“Bisa puluhan setiap hari. Saya atas nama pemerintah meminta maaf karena baru bisa mengangkut sampah hari ini ( Minggu,red), karena staf saya banyak yang baru pulang mudik,” terangnya. (She)

Respon Anda?

komentar