Ditarik saat Laga Final Euro karena Cidera, Ronaldo Maikan Jurus Jitu di Tepi Lapangan

1547
Pesona Indonesia
Ronaldo berdiri di sampingpelatih Portugal fernando Santos usai ditarik dimenit ke-25 karena cidera. ia terus memotivasi pasukannya. Hasilnya, Portugal juara Euro 2016. Foto: uefa
Ronaldo berdiri di sampingpelatih Portugal fernando Santos usai ditarik dimenit ke-25 karena cidera. ia terus memotivasi pasukannya. Hasilnya, Portugal juara Euro 2016. Foto: uefa

batampos.co.id – Cidera dan terpaksa ditarik saat laga final Euro 2016 antara Portugasl vs Prancis, Senin (11/7/2016) dini hari WIB, Cristiano Ronaldo tak patah arang. Ia tak meringis, tapi malah berdiri di tepi lapangan bersama sang pelatih Fernando Santos.

Yap, dari bibir lapangan itu, Ronaldo terus memompa semangat teman-temannya sembari memberikan arahan-arahan lewat gerakan-gerakan tangannya laiknya seorang pelatih.

Baca Juga: Portugal Juara Euro 2016! Gol Tunggal Eder Bikin Prancis Menangis

Sepanjang laga usai ditarik keluar di menit ke-25, Ronaldo  bolak-balik dari bangku pemain ke tepi lapangan.

Tak sekadar berdiri, Ronaldo juga berteriak-teriak layaknya asisten pelatih sesungguhnya.

Hasilnya tak sia-sia, Portugal akhirnya juara Euro 2016 setelah menang 1-0 atas Prancis berkat gol tunggal Eder pada masa perpanjangan waktu. Tepatnya di menit ke-109.

Eder sebelumnya berada di bangku cadangan. Eder baru masuk menggantikan Renato Sanches pada menit ke-79 dan 30 menit kemudian mencetak gol kemenangan buat Portugal.

“Dia (Ronaldo) selalu memiliki hasrat besar untuk meraih kesuksesan. Dia mempunyai semangat yang luar biasa dan dia memang kapten sejati. Dia berdiri dan berada di samping saya seolah dia ingin bermain membantu rekan-rekannya,” sebut Santos kepada Uefa.com.

“Di ruang ganti saat jeda babak pertama, Ronaldo terus memotivasi para pemain. Dia sadar tak bisa membantu langsung di lapangan sehingga dia melakukan segala cara termasuk bertugas layaknya asisten pelatih. Dia memang kapten yang luar biasa,” ujar Santos lagi.

Kapten sekaligus ikon Portugal, Cristiano Ronaldo, ditarik keluar pada menit ke-25 dan diganti oleh Ricardo Quaresma. Ronaldo mengalami cedera setelah “dihajar” oleh Dimitri Payet.

Tanpa Ronaldo, Portugal memang lebih banyak ditekan. Tapi, mereka juga sesekali berani melakukan penetrasi ke pertahanan Prancis. Disiplinnya lini pertahanan dan kecemerlangan kiper Rui Patricio turut membuat Portugal berhasil menahan gempuran Les Bleus.

Pepe yang berduet dengan Jose Fonte di lini vital pertahanan tampil gemilang. Padahal dia sempat absen di semifinal lantaran mengalami cedera. Pepe sendiri menyebut cedera Ronaldo menjadi salah satu faktor Portugal bisa meraih kemenangan atas Prancis.

Para pemain lain termasuki dirinya disebut termotivasi untuk bisa menggapai hasil terbaik meski tanpa Ronaldo. Bisa ditebak, Pepe lantas menyebut trofi Euro 2016 untuk Ronaldo.

“Kemenangan dan trofi ini untuk Ronaldo. Saya katakan, cedera yang menimpa dia membantu kami dalam memacu semangat di lapangan,” sebut Pepe yang terpilih sebagai man of the match laga final Euro 2016.

Imbuhnya, “Jujur, awalnya cukup sulit setelah kami kehilangan pilar utama tim. Ketika dia tampil, harapan kami selalu besar karena dia bisa mencetak gol setiap saat. Ketika Ronaldo tak bisa meneruskan pertandingan, saya mencoba memberitahukan kepada rekan-rekan bahwa kita harus menang untuk dia”.

“Kami telah menulis dalam halaman yang indah di buku sejarah sepak bola Portugal,” pungkas Pepe. (epr/JPNN)

Respon Anda?

komentar