Guru Cubit Siswa yang Dipolisikan Berpeluang Bebas

885
Pesona Indonesia
Sejumlah guru memberi dukungan dan semangat kepada M Samhudi, guru yang diperkarakan orangtua siswa hanya gara-gara naaknya dicubit. Foto: jawapos.com
Sejumlah guru memberi dukungan dan semangat kepada M Samhudi, guru yang diperkarakan orangtua siswa hanya gara-gara naaknya dicubit. Foto: jawapos.com

batampos.co.id – Guru SMP Raden Rahmat Balongbendo, M Samhudi yang dipolisikan oleh orang tua siswa kelas IX SS, Yuni Kurniawan, gara-gara mencubit SS berpeluang bebas.

Orangtua siswa tersebut mulai melunak. Mereka bersedia berdamai dengan disaksikan oleh Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Humas PN Sidoarjo Zaeni mengatakan Samhudi yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap SS itu memang berpeluang bebas setelah tercapai  kesepakatan damai antara terdakwa dan orang tua korban sebagai pelapor.

Pertimbangan tersebut bisa dalam bentuk putusan bebas atau putusan percobaan. “Perdamaian yang sudah dilakukan paling tidak bisa meringankan terdakwa,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, putusan yang nantinya disampikan oleh majelis hakim akan melihat fakta-fakta dalam persidangan.

Hakim nanti juga akan mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). “JPU pasti juga akan mempertimbangkan perdamaian yang sudah dilakukan antara pelapor dan terlapor (Samsudi, Red),” terangnya.

Namun Zaeni menegaskan perdamaian itu tidak akan menghentikan kasus yang sudah memasuki persidangan keenam.

Meski ada peluang bebas, persidangan tetap dilanjutkan. Dia menandaskan setiap perkara pidana yang sudah masuk di persidangan tidak bisa dihentikan.

Perkara tetap berlanjut meski sudah ada bentuk mediasi apapun yang dilakukan terdakwa dengan korban.

Sebelumnya, pihak Kejari juga telah mengungkapkan akan memberikan tuntutan sesuai dengan fakta di persidangan.

“Dengan adanya perdamaian tentu lebih bagus. JPU akan memberikan tuntutan dengan seadil-adilnya,” ujar Kajari M Sunarto.

Seperti diketahui, kasus tersebut muncul pada 3 Februari 2016. Saat itu SS tidak mengikuti salat Dhuha berjamaah yang dilakukan di sekolah.

Kemudian yang bersangkutan didatangi oleh Samhudi yang diduga dicubit oleh guru tersebut. Kemudian pada 6 Februari orang tua siswa melapor ke Polsek Balongbendo atas laporan dugaan penganiayaan.

Selanjutnya pada 8 Februari Samhudi dijadikan tersangka dan perkaranya kemudian dilimpahkan ke Kejari Sidoarjo dan sudah disidangkan hingga akan mengagendakan tuntutan pada 14 Juli nanti. (vga/jee)

Respon Anda?

komentar