Natuna Butuh Nelayan dari Jawa untuk Jaga Perairan Natuna

1436
Kapal Coast Guard China yang selalu menjaga nelayan mereka saat beraktivitas, termasuk saat masuk ke ZEE Natuna. Foto: Twitter.com/Ditjen PSDKP-KKP RI
Kapal Coast Guard China yang selalu menjaga nelayan mereka saat beraktivitas, termasuk saat masuk ke ZEE Natuna. Foto: Twitter.com/Ditjen PSDKP-KKP RI

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesi Yuni Suprapti, menegaskan rencana transmigrasi 6.000 nelayan di Pulau Jawa ke Natuna harus disikapi posisif bagi nelayan lokal.

“Di media sosial sudah ada pro dan kontra akan masuknya 6.000 nelayan dari Jawa, intinya nelayan lokal harus siap bersaing,” kata Ngesti kemarin.

Dikatakan Ngesti, jumlah nelayan lokal sangat sedikit dibanding luasnya laut. Sehingga memang dibutuhkan nelayan dari Pulau Jawa untuk ramaikan perairan Natuna dari pencurian nelayan asing.

“Jumlah nelayan tradisional Natuna hanya 9.000. Tentu jumlah itu sedikit,” kata Ngesti.

Disatu sisi kata Ngesti, nelayan lokal akan terus diberikan pelatihan penggunaan peralatan tangkap lebih modern, agar siap bersaing dengan nelayan dari pulau Jawa.

Diaktakan Ngesti, pemerintah sudah menyiapkan fokus program dibidang perikanan di Natuna sebagai percepatan pembangunan daerah perbatasan.

Tentu katanya, sektor percepatan pembangunan akan berjalan sinergi, supaya tidak ada lagi pengangguran, masyarakat punya lapangan pekerjaan baru,

“Masyarakat harua pahami, mari singsingkan lengan baju, kerja yang baik, tujuan kita pembangunan Natuna masyarakat adil sejahtera ditahun 2020,” kata Ngesti.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar