Oknum Sopir Angkot Pecahkan Kaca Bus Trans Batam

1125
Pesona Indonesia
Operator Trans Batam, Vicai, menunjukkan kaca depan Trans Batam yang pecah dilempar batu oleh supir bus angkutan umum jenis anugrah di Batuaji, Minggu (10/7/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Operator Trans Batam, Vicai, menunjukkan kaca depan Trans Batam yang pecah dilempar batu oleh supir bus angkutan umum jenis anugrah di Batuaji, Minggu (10/7/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Operasional bus Trans Batam di Batam kembali mendapat gangguan dan intimidasi dari oknum sopir angkot di Batuaji.

Satu unit bus Trans Batam BP 7929 EU koridor Tanjunguncang-Batamcenter yang dikendarai Sumardi mengalami pecah kaca karena dilempari oleh Dedi, sopir angkot Anugerah biru BP 7011 GU di depan Perumnas Batuaji, Sabtu (9/7/2016) sekitar pukul 18.00 WIB.

Dedi mengaku kesal karena penumpang dari arah Batamcenter lebih memilih naik Trans Batam ketimbang angkotnya.

Kasus tersebut sempat sampai ke pihak kepolisian Batuaji sebelum akhirnya berdamai dan Dedi diwajibkan mengganti kaca depan bus Trans Batam yang dilemparinya itu.

Informasi yang didapat, sebelum terjadi aksi pecah kaca bus Trans Batam itu, Dedi terlebih dahulu terlibat perkelahian dengan Vicai, juru tiketing Bus Trans Batam dirusak Dedi. Perkelahian itu terjadi di halte simpang Panbil menuju Seibeduk.

Perkelahian itu buntut dari kekesalan Dedi yang sudah dua kali menunggu penumpang di halte simpang Kara dan halte depan Kepri Mall selalu dipotong oleh Trans Batam. Semua penumpang yang menanti angkot di dua halte itu lebih memilih naik Trans Batam ketimbang naik angkot Dedi. Dedipun kesalĀ  dan mencegat Trans Batam tersebut di depan Stadion Tumenggung.

“Dari Kepri Mall sampai ke Tumenggung, dia (Dedi) lari zig zag mobilnya dan rem mendadak di depan kami. Semua penumpang di bus histeris karena ulahnya itu,” kata Vicai.

Aksi zig zag Dedi tersebut tak diterima Vicai. Vicai mempertanyakan sikap tak sportif Dedi itu di halte simpang Panbil, sehingga berujung pada perkelahian. “Saya tanya baik-baik dia malah memukul saya. Alis mata saya robek pak. Ya saya balaslah,” kata Vicai.

Merasa kalah dalam perkelahian itu, Dedi lantas kabur duluan ke arah Batuaji. “Karena masih banyak penumpang Batuaji ya kami juga kembali jalan,” ujar Vicai.

Sesampai di depan Perumnas Sagulung, sambung Vicai, mendadak Dedi muncul dari lokasi pembatas jalur dua arah dengan memegang sebuah batu yang cukup besar. Dedi yang mungkin masih kesal lantas melempari kaca depan bus Trans Batam dengan batu yang dipegangnya itu.

“Dua tangan dia pegang batu itu, untung kacanya tak jebol. Sempat jebol bisa kena sopir kami,” ujar Vicai.

Kejadian itu tak diterima oleh pihak Damri selaku operator bus Trans Batam dan langsung melapor ke Mapolsek Batuaji.

Menerima laporan itu, polisi lantas menjemput Dedi bersama angkotnya ke Mapolsek Batuaji.

Setelah melalui proses mediasi, pihak Perum Damri akhirnya menyetuji ajakan damai dari pihak Dedi dengan syarat bahwa kerusakan kaca depan bus Trans Batam harus diganti oleh Dedi.

“Sudah berdamai mereka dan pihak pengrusak bersedia ganti kaca bus yang dilemparinya itu,” kata kanit Reskrim Polsek Batuaji AKP M Said.

Perusakan dan intimidasi terhadap pihak operator bus Trans Batam dari sopir angkot di Batam ini bukan kali yang pertama. Beberapa bulan belakangan ini sedikitnya sudah empat kali terjadi.

Kejadian yang sempat heboh adalah aksi penyandraan sopir dan juru tiketing bus Trans Batam di daerah Seibinti, Sagulung dua bulan yang lalu. Aksi penyendaraan itu karena masalah yang sama pihak sopir angkot khususnya Bimbar dan sejenisnya merasa kalah bersaing dengan bus Trans Batam.

“Ini sudah kali ke empat, pemerintah kota Batam harus bisa ambil tindakan tegas. Kami bekerja untuk melayani masyarakat, tapi kenapa terus dapat tekanan dan gangguan seperti ini,” ujar staf operasional perum Damri Batam, Surung Togi Pakpahan.

Kedepannya pihak Perum Damri berharap agar pengawasan dari pemko Batam terhadap operasional seluruh angkot di kota Batam lebih maksimal lagi agar hal-hal yang tak diinginkan seperti ini tidak terjadi lagi. (eja)

Respon Anda?

komentar