Penumpang Antri Sampai Enam Jam, ASDP Tanjunguban-Punggur Perlu Dibenahi

941
Pesona Indonesia
Roro di Tanjunguban siap membawa penumpang ke Batam. foto:harry/batampos
Roro di Tanjunguban siap membawa penumpang ke Batam. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan Angkutan Sungai Danau Pelabuhan (ASDP) Tanjunguban-Telagapunggur, Batam, perlu dibenahi. Karena terus mengalami kemacetan panjang setiap lebaran Idul Fitri. Ia menyarankan supaya ditambah dermaga baru.

“Kebijakan manajemen dengan menambah dua kapal roro sudah bagus. Hanya saja, belum cukup untuk percepatan pelayanan kepada pengguna jasa,” ujar Rudy Chua, Minggu (10/7).

Dikatakannya, dirinya bersama keluarga pada, Sabtu (9/7) lalu, terjebak macet di ASDP Tanjunguban. Menurut politisi usungan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut, pada hari itu, ada masyarakat yang sudah mengantri enam jam. Tetapi tidak kunjung berangkat.

“Kondisi ini, juga ada menunjukan solusi yang tidak komplit. Meskipun ada penambahan kapal, tetapi pelayanan bongkar muatnya tetap menyita waktu,” jelas Rudy.

Legislator dari daerah pemilihan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, tersebut juga menyarankan, sebaiknya di ASDP Tanjunguban dan Punggur, Batam perlu adanya penambahan dermaga. Artinya, ada untuk kedatangan dan keberangkatan dibedakan. Sehingga bisa mengatasi macet di pelabuhan terlalu lama.

“Sekarang ini, percuma juga. Karena pelabuhan naik-turun cuma satu. Sementara kendaraan yang mengantri jumlahnya ratusan. Belum lagi yang roda dua,” paparnya.

Masih kata Rudy, gambaran yang terjadi sekarang ini, satu kapal sedang proses bongkar muat. Sementara dua kapal lainnya, hanya menganggur menunggu giliran. Sehingga alternatif terbaiknya adalah membedakan dermaga naik-turun. Apalagi saat ini, Batam-Bintan (Babin) masih belum terhubung dengan jembatan.

“Apabila persoalan ini, tidak segera diatasi. Maka setiap tahun akan mengalami masalah yang sama. Menurut saya, untuk peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, persoalan ini perlu diselesaikan,” tutupnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Suliyati, warga Toapaya, Bintan yang menggunakan jasa kapal roro tersebut juga sepakat dengan gagasan yang disampaikan oleh Rudy Chua. Karena ia melihat, pihak ASDP kewalahan dalam menghadapi pengguna jasa kapal roro. Sehingga lebih baik dibedakan dermaga turun-naiknya kendraan atau orang

“Memang perlu dibedakan dermaganya. Sehingga bisa mengatasi antrian panjang di pelabuhan. Saya berharap, tahun depan sudah teratasi. Lebaran ketiga kemarin, saya tujuh jam ngantri di pelabuhan Uban mau berangkat ke Batam,” ujar Suliyati menambahkan.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar