Penyengat Ramai Pengunjung, Penambang Bentor Panen Pendapatan

473
Pesona Indonesia
Penambang becak di Pulau Penyengat panen penumpang selama libur Lebaran. foto:osias de/batampos
Penambang becak di Pulau Penyengat panen penumpang selama libur Lebaran. foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah, membawa berkah bagi penambang becak motor (bentor) di Pulau Penyengat. Pasalnya pendapatan mereka meningkat tajam di hari nan Fitri tersebut.

Salah seorang penambang Bentor yang ditemui di Pulau Penyengat, Khosim mengatakan, pendapatannya sejak hari pertama lebaran di tahun 2016 ini hingga hari Sabtu (9/7), meningkat hingga 300 persen dibandingkan hari biasanya.

”Alhamdulillah setiap hari Raya Idul Fitri, rejeki kami lebih daripada hari biasanya,” ujar Khosim, Minggu (10/7).

Dihari biasa, kata Khosim, dirinya paling tidak hanya mendapat tiga hingga empat trip wisatawan yang menggunakan jasa bentor miliknya untuk melakukan wisata religi di Pulau Penyengat. Sedangkan di hari lebaran sedikitnya ia bisa mendapatkan 15 hingga 20 trip per harinya.

”Bulan puasa kemarin sepi. Saya narik Bentor sehari paling dapat satu dua trip langsung pulang. Sudah cukup lah untuk biaya masak buat buka puasa dan juga sahur,” kata Khosim.

Untuk wisatawan yang ingin berkeliling Pulau Penyengat, jelas Khosim, tarif penambang bentor di sana terbilang cukup murah. Hanya dengan membayar ongkos Rp 30000 ribu sudah dapat melihat seluruh situs sejarah yang ada di pulau tersebut.

”Rp 30 ribu itu untuk dua penumpang. Tapi jika penumpangnya tiga atau empat orang tarifnya Rp 40 ribu. Semua penambang di sini juga tarifnya segitu,” ucapnya.

Pantauan di Pulau Penyengat, tidak sedikit pengunjung yang memanfaatkan becak motor untuk berkeliling ke situs sejarah dan makam para raja yang ada disana. Pengunjung terlihat mengantre agar dapat menggunakan becak motor tersebut di Mesjid Raya Sultan Riau.

Wisatawan yang berkeliling di Penyengat juga dapat menyaksikan hiburan yang ada di Balai Adat yang dihibur dengan penampilan senandung anak melayu tempatan pulau Penyengat.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar