Puncak Arus Balik Lebaran, Penumpang Melonjak Tiga Kali Lipat di Pelabuhan Sribayintan

574
Pesona Indonesia
Suasana arus balik di pelabuhan Sribayintan, Kijang, Bintan, Minggu (10/7). foto:harry/batampos
Suasana arus balik di pelabuhan Sribayintan, Kijang, Bintan, Minggu (10/7). foto:harry/batampos

batampos.co.id – Puncak arus balik lebaran 2016 di Wilayah Kabupaten Bintan terjadi pada, Sabtu (9/7) malam melalui Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim). Bahkan jumlah pemudik yang datang dan pergi di pelabuhan domestik ini melonjak tiga kali lipat dari hari biasanya. Sebab sebagian besar pekerja dijadwalkan mulai masuk kantor keesokan harinya atau 11 Juli.

Bedasarkan data yang diterbitkan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kijang dari pukul 19.15-22.00 WIB kepadatan penumpang mencapai 3178 orang. Jumlah itu berasal dari kedatangan penumpang yang menumpangi Kapal Motor (KM) Bukit Raya dari Tanjung Perak, Surabaya dan Tanjung Periok, Jakarta sebanyak 1560 orang. Kemudian penumpang yang pergi dengan menumpangi kapal yang sama dengan tujuan Kabupaten Anambas, Kabupaten Natuna, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Jakarta dan Surabaya sebanyak 1618 orang.

Kepala KSOP Kijang, Sanggam mengatakan puncak arus balik lebaran tahun ini terjadi pada, Sabtu (9/7) malam. Penyebabnya, selain KM Bukit Raya yang dijadwalkan datang dan pergi melalui Pelabuhan Sribayintan pada H+3 ini juga dikarenakan mulai Senin (11/7) seluruh instansi di tiga pemerintahan diantaranya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri mulai masuk kantor.

“Jumlah penumpang mengalami peningkatan tiga kali lipat dibandingkan hari biasanya. Namun kondisi arus balik di pelabuhan ini tetap berjalan lancar,” ujarnya usai melakukan pengawasan arus balik lebaran di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kecamatan Bintim.

Dikatakannya, kedatangan KM Bukit Raya di pelabuhan ini mayoritasnya penumpang dari Pulau Jawa yang diangkut dari Pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Periok sebanyak 1560 orang. Sedangkan penumpang yang berangkat sebanyak 1618 orang mayoritasnya dari kabupaten di Provinsi Kepri yaitu Pulau Letung, Tarempa, Natuna, Midai, Serasan, Subi, dan Tambelan. Selanjutnya penumpang tujuan Pontianak dan Surabaya.

Untuk jumlah penumpang keberangkatan yang paling sedikit, lanjutnya, berasal dari Pulau Tambelan. Pasalnya, penumpang dari kecamatan terjauh di Kabupaten Bintan tersebut banyak memilih menumpangi Ferry VOC Batavia yang telah disubsidi 100 persen oleh Pemkab Bintan ketimbang menumpang KM Bukit Raya.

“Terpenting dalam arus balik lebaran kali ini tak ada ditemukan penumpang yang terlantar atau tak bisa berangkat. Bahkan KM Bukit Raya masih bisa mengangkut 400 penumpang lagi sebab kapasitas kapal perintis ini bisa mengangkut 2000an penumpang,” katanya.

Untuk arus balik tahap kedua, sambungnya, dijadwalkan akan terjadi 13 Juli mendatang dengan hadirnya KM Lawit di pelabuhan ini. Namun jumlah penumpang diprediksinya tidak sebanyak penumpang KM Bukit Raya.

“Sekarang KM Lawit sedang bersandar di Makasar. Lalu sehari kemudian akan beralih ke Tanjung Perak selanjutnya ke Tanjung Periok dan barulah ke pelabuhan ini,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar