Punya Keahlian, Silakan Cari Kerja di Batam

1004
Pesona Indonesia

rudi-se-3-f-cecep-mulyana1111-imagebatampos.co.id –  Wali Kota Batam, Rudi meminta pemudik untuk tidak membawa serta orang baru ke Batam, kecuali mereka yang memiliki keahlian.

“Mudik lima orang, kalau balik harus lima juga lah,” pinta Rudi, saat kunjungan ke PDS Sekupang beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Batam Diserbu Pendatang Baru, Persaingan Kerja Makin Ketat

Saat ini menurutnya, dari jumlah data penduduk yang terdaftar di Dinas Kependudukan Kota Batam sebanyak 1,2 juta jiwa, hampir 25 persen merupakan warga kurang mampu atau miskin.

“Seperempat dari yang terdata, jadi kalau tidak punya keahlian jangan nekat ke sini (Batam, red),” tegas Rudi.

Jumlah tersebut, kata Rudi, diperkirakan akan bertambah, seiring masih adanya sekitar 200 ribu jiwa penduduk Batam yang belum terdata. Dengan datangnya orang baru pastinya akan menambah jumlah pengangguran di Batam.

“Yang sekarang saja kita masih banyak yang mencari kerja, ditambah lagi yang baru masuk ini, mau bersaing seperti apa kalau tidak punya keahlian,” terang mantan Wakil Walikota Batam ini.

“Oleh karena itu, yang mudik jangan pula mengiming-imingi mereka yang baru ini untuk datang ke Batam, saat ini kita sudah sangat padat penduduk, cari kerja masih kesusahan, angka pengangguran juga tidak sedikit,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Mardanis mengakui setelah lebaran memang ada peningkatan jumlah penduduk yang masuk ke Batam, hal ini dikarenakan banyak usia produktif baru menyelesaikan pendidikan mereka.

“Jadi mereka datang untuk mencari pekerjaan ke Batam, rata-rata perpindahan penduduk ini didominasi tamatan SMA,” kata dia.

Berdasarkan data dari surat pindah datang yang masuk ke Disduk, setiap tahunnya hampir 60 ribu penduduk baru di Batam. Sedangkan yang pindah keluar tidak mencapai sepertiganya.

“Satu hari ada 120-150 surat pindah yang masuk,” jelas mantan Camat Sekupang ini.

Pemerintah Kota Batam tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi masuknya pendatang ke Batam, selain melakukan pendataan.

“Perlu kajian untuk memberlakukan Perdaduk,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Zarefriadi mengakui penurunan jumlah lapangan pekerjaan. Bahkan masalah ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. “Sudah lama. Bukan baru-baru ini saja,” kata Zaref, beberapa waktu lalu.

Dampak ekonomi yang terus melemah, diduga menjadi salah satu penyebab banyaknya perusahaan hengkang. Ditambah lagi banyak yang datang tanpa keahlian khusus, sebagaimana yang dibutuhkan oleh perusahaan yang membuat pencari kerja terus meningkat.

Pantauan di Pelabuhan Domestik Sekupang, hingga H+3 lalu jumlah pendatang sudang mencapai 10 ribu lebih. Sementara saat arus mudik lalu tercatat ada sekitar 43 ribu penumpang yang meninggalkan Batam melalui pelabuhan ini.

Peningkatan penumpang juga terlihat di pintu kedatangan Bandara Hang Nadim Batam. Minggu (10/7/2016) lalu, tercatat ada 10.600 penumpang yang datang dari berbagai daerah. Diperkirakan, arus balik melalui bandara ini masih akan terjadi dalam sepekan ke depan. (koran batampos)

Respon Anda?

komentar