Reuni Perak Alumni SMA 1 Karimun, Walikota Batam Ikut Hadir

1900
Pesona Indonesia
Reuni perak alumni SMA 1 Karimun yang dihadiri Walikota Batam dan Bupati Karimun. foto:ist
Reuni perak alumni SMA 1 Karimun yang dihadiri Walikota Batam dan Bupati Karimun. foto:ist

batampos.co.id – Libur panjang Idul Fitri 1437 H, dimanfaatkan alumni SMA Negeri 1 Tanjungbalai Karimun angkatan 1991 dengan menggelar hajatan Reuni Perak. Momen pertemuan yang terpisah selama 25 tahun ini, dilaksanakan di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Sabtu (9/7) lalu.

Selain dihadiri alumni 1988-1991 dari berbagai kota di Indonesia, turut hadir pula Bupati Karimun Aunur Rafiq, dan Wali Kota Batam HM Rudi bersama istrinya Hj Marlin Agustina yang merupakan alumni SMAN 1 Tanjungbalai Karimun. Termasuk Rocky M Bawole, anggota DPRD Provinsi Kepri, dan para guru.

“Reuni Perak angkatan 1988-1991 ini, menjadi penuh makna karena kawan seangkatan saat menimba ilmu dulu, hampir semuanya terlibat. Sehingga suasana penuh keakraban mengentalkan rasa persaudaraan,” ujar Sjarifudin, selaku ketua panitia.

Anggota DPRD Karimun ini pun mengaku bangga melihat rekan-rekan seperjuangannya yang telah bertungkus lumus mensukseskan agenda Reuni Perak yang mengangkat tema Bersinergi untuk Peduli ini. Kerja keras untuk kesuksesan acara akhirnya terbalaskan dengan ramainya peserta yang hadir, termasuk dari luar Kabupaten Karimun.

“Alhamdulillah, rekan-rekan seperjuangan yang kini menetap di luar Karimun turut ikut mensukseskan Reuni Perak. Akhirnya kerja keras kita terbalaskan dengan kemeriahan acara yang kita buat,” tutur pria yang akrab disapa Icap ini.

Tidak sekadar merayakan momen 25 tahun pertemuan, di sela acara juga diisi penyerahan bingkisan kepada guru. Selanjutnya, melakukan anjangsana ke sekolah tempat dimana alumni menimba ilmu. Menariknya, menuju ke SMAN 1 Kapling, para alumni sengaja mencarter bus kayu. Sehingga memori perjalanan menimba ilmu kembali terkuak, dan menjadi perbincangan di sela-sela perjalanan.

Salah seorang mantan guru, Sri Ernawati mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi dan karir yang dicapai oleh anak-anak didiknya. Kebanggaan yang dirasakan tidak dapat dinilai dengan apapun, karena anak-anak didiknya telah “menjadi orang”.
“Kami bangga karena anak didik kami “menjadi orang”. Kebanggaan ini tidak dapat dinilai dengan apapun,” tuturnya. (enl/bpos)

Respon Anda?

komentar