Selundupkan Narkoba, Tiga Penumpang Kapal dari Malaysia Ditangkap

703
Pesona Indonesia
Danlanal bersama KPPBC dan Sat Narkoba serta BNN Karimun berikan keterangan penangkapan tiga pelaku penyelundupan narkoba. foto:sandi/batampos
Danlanal bersama KPPBC dan Sat Narkoba serta BNN Karimun berikan keterangan penangkapan tiga pelaku penyelundupan narkoba. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Joint operation atau operasi bersama yang dilakukan Lanal Tanjungbalai Karimum bersama petugas BC di pelabuhan internasional berhasil mengungkap dan mengamankan tiga orang pengedar narkotika jenis sabu-sabu (SS) jaringan internasional pada Jumat (8/7). Narkotika tersebut disimpan di anus untuk mengelabui petugas.

”Berdasarkan informasi intelijen yang kita terima bahwa ada warga Karimun yang sering keluar masuk Malaysia. Pada saat pulang dari negeri jiran tersebut membawa narkotika jenis SS. Informasi ini akhirnya kita sampaikan ke petugas BC di pelabuhan internasional sekaligus dengan ciri-ciri orang yang disangka. Informasi ini langsung ditindaklanjuuti dengan melakukan pengawasan di tempat kedatangan penumpang internasional,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun. Letkol laut (P) Bina Irawan M, Sabtu (9/7).

Pukul 08.30 WIB, katanya, kapal penumpang dari Putri Harbour, Johor Baru, Malaysia, sampai di pelabuhan internasional dan penumpang mulai turun. Orang yang dicurigai, Edi Ahmad ikut bersama penumpang turun. Karena sudah dicuriga, kemudian dilakukan pemeriksaan badan. Namun, tidak ditemukan barang bukti SS. Hanya saja, pada saat dilakukan pemeriksaan kondisi Edi tidak stabil atau sedang sakaw karena pengaruh narkotika.

”Pemeriksaan akhirnya dilanjutkan ke KPPBC. Pada saat diperiksa, Edi tidak mengaku membawa SS. Kemudian, tersangka dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan USG. Pada saat ditengah perjalanan tersangka mengaku hanya memakai narkotika jenis heroin sebelum berangkat dan memang membawa SS yang disimpan di dalam anus. Selain itu, tersangka juga mengaku bahwa dia tidak sendirian, melainkan bersama dua orang lainnya. Selanjutnya, petugas meminumkan obat untuk mengeluarkan narkotika yang disimpan di dalam anus tersangka. Hasilnya, di dalam satu paket yang disimpan di dalam saluran pembuangan itu ada dua jenis narkotika. Yakni, SS dengan berat 5,5 gram dan heroin seberat 6,3 gram. Proses selanjutnya diserahkan ke polisi,” paparnya.

Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Sanditio secara terpisah menerangkan bahwa hasil pengembangan yang dilakukan pihaknya berhasil menangkap dua orang rekan tersangka Edi yang membawa SS dari Malaysia dengan cara yang sama.

”Dua orang tersangka lagi yang ditangkap adalah Mandala yang merupakan keluarga dari tersangak Edi ditangkap di Kolong, Kecamatan Karimun. Pada saat ditangkap yang bersangkutan (Mandala, red) sedang menghisap SS. Selanjutnya, dilakukan penangkapan terhadap Yanto di komplek perumahan Jalan Bhakti. Total barang bukti dari kedua tersangka ada 2 gram. Tersangka edi sendiri sudah 5 kali menyelundupan SS dengan cara begini. Sedangkan, dua tersangka lagi sudah tiga kali,” jelasnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penindaklan KPPBC Tipe Madya Pabean B, AC Prihadiwan menyebutkan, keberhasilan dalam mengungkap pengedar dan peredaran narkotika jenis SS dari tiga tersangka merupakan hasil kerja sama menunjjukkan sinergitas antar sesama aparat. ”Kerja sama seperti ini akan terus kita lakukan. Khususnya untuk mencegah masiuknya narkotika dari luar ke dalam negeri, khususnya daerah Tanjungbalai Karimun, ” katanya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar