Ini Tanggapan TNI Soal Penculikan 3 WNI di Malaysia

1257
Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: jpnn.com
Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: jpnn.com

batampos.co.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak mau gegabah dalam menanggapi informasi terkait penyanderaan tiga WNI di Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

“Kami tidak ingin seperti sebelumnya yang simpang siur” ungkap Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Minggu (10/7/2016).

Baca Juga: Lagi, Tiga WNI Diculik di Malaysia

Sebelum memberikan keterangan resmi ke media, pihaknya akan memastikan dulu kebenaran kabar penyanderaan itu. Jika informasinya sudah pasti, pihaknya baru bisa memberikan keterangan dengan jelas.

Dia belum bisa memastikan berapa orang dan siapa yang disandera, kelompok mana yang menyandera, dan apakah penyanderaan itu seperti sebelumnya. Informasi itu yang akan didalami TNI. “Tunggu ya, pasti kami akan sampaikan nanti,” ungkap Tatang.

Dengan disanderanya tiga WNI, maka jumlah sandera semakin bertambah. Jadi total sandera mencapai 10 orang. Tatang mengatakan, pihak Indonesia terus berupaya untuk membebaskan 7 sandera. Selama ini, TNI juga sudah berupaya maksimal.

Baca Juga: 7 ABK Charles Ternyata Benar Disandera Sempalan Abu Sayyaf

Sebelumnya, ketika ditemui saat open house di Balai Sudirman pada Rabu (6/7/2016) lalu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa tujuh WNI anak buah kapal (ABK) TB Charles yang disandera kelompok Abu Sayyaf dalam keadaan aman dan selamat. Para sandera masih berada di kepulauan Jolo.

Namun, mereka terus berpindah-pindah. Kelompok penyandera memang dikenal sering berpindah tempat agar tidak bisa dilacak oleh tentara Filipina. Para sandera pun selalu dibawa.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menyatakan, jika Presiden mengizinkan dan pihak Filipina juga mempersilahkan masuk wilayah mereka, maka TNI sangat siap untuk terjun. Kesempatan itu sangat ditunggu-tunggu para prajurit. Mereka sudah tidak sabar ingin membebaskan sandera. “Para prajurit andal dari berbagai kesatuan akan diterjunkan,” kata Gatot.

Bahkan, terang dia, para prajurit akan berebut untuk bisa masuk ke wilayah Filipina untuk membawa pulang para sandera. Sebab, itu adalah kesempatan bagi mereka untuk mengabdikan diri kepada bangsa. Membebaskan sandera merupakan tugas mulia. Selain tugas negara, hal itu merupakan visi kemanusian. (lum/mia/wan/jpgrup)

Berita Lainnya: Penculikan WNI oleh Sempalan Militan Abu Sayyaf

Respon Anda?

komentar