Usai Lebaran, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Melonjak

550
Pesona Indonesia
Aktivitas masyarakat jual beli di pasar Puan Maimun, di bulan ramadhan beberapa komoditi sembako mulai merangkak naik.foto:tri haryono
Aktivitas masyarakat jual beli di pasar Puan Maimun. Beberapa komoditi sembako mulai merangkak naik.foto:tri haryono

batampos.co.id – Setelah libur Hari Raya Idul Fitri, aktivitas di pasar induk Puan Maimun masih terlihat sepi. Khususnya, kegiatan jual beli masih belum seperti hari-hari biasa. Namunbeberapa harga kebutuhan pokok melambung tinggi pascalebaran.

”Hari ini saya mau beli cabe merah dan sangat terkejut harganya sudah melambung tinggi, mencapai Rp 70 ribu per kilogram. Sebelumnya, harganya baru Rp 40 ribu saja. Akhirnya, saya jadi untuk beli banyak-banyak. Beli 15 ribu saja untuk kebutuhan hari ini. Salah satu alasan kenaikan harga cabe merah disebabkan pasokan belum datang,” ujar Reni, salah seorang ibu rumah tangga kepada Batam Pos, kemarin (10/7).

Tidak hanya itu, katanya, harga cabe rawit juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi atau sampai Rp 35 ribu per kilogram. Sebelum hari raya harganya baru Rp 25 ribu per kilogram. Untuk sayur-sayuran juga mengalami kenaikan kemarin. Contohnya sayur sawi yang biasa dia beli hampir setiap hari. Sekarang harganya sudah jadi Rp 15 ribu. Memang tidak terlalu tinggi naiknya, dari harga Rp 8 ribu per kilogram.

Pantauan Batam Pos (grup batampos.co.id), tidak hanya sayur-sayuran dan bawang merah saja yang mengalami kenaikan cukup tinggi yang disebabkan pasokan belum sampai di Tanjungbalai. Harga telur ayam buras juga naik sampai Rp18 ribu per papan, sehingga menjadi Rp 50 ribu. Padahal, hari-hari sebelumnya harganya hanya Rp 32 ribu per papan. Alasannya sama, karena pasokan masih belum datang. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar