Antisipasi Perploncoan, Orang Tua Diminta Dampingi Anak ke Sekolah

679
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Tahun ajaran baru 2016-2017 akan segera dimulai 18 Juli 2016 nanti. Memasuki hari pertama sekolah, ada dua permasalahan yang diwanti-wanti, yakni perploncoan dan pungutan liar.

Terkait hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasinya. Salah satunya, dengan gerakan antar anak ke sekolah

Menteri Pendidikan dan Budaya, Anies Baswedan, mengungkapkan program ini dibentuk untuk menjalin hubungan antara orang tua dan guru wali murid.

Sebab, paradigma selama ini adalah guru dan orang tua hanya bergiliran mengurus anak. Padahal, harusnya orang tua juga ikut berperan dalam kehidupan sekolah anaknya.

’’Selama ini, banyak orang tua yang mengeluh terhadap kasus kekerasan, bullying, atau permintaan yang tak masuk akal dalam masa pengenalan sekolah. Karena itu, kami meminta agar orang tua mengantar anak mereka. Mereka bisa tahu kelas dan guru yang mengajar anak mereka. Juga berkenalan sesama wali murid,’’ jelas Anies dalam diskusi HPS di Jakarta, Senin (11/7).

Anies berharap masyarakat bisa lebih terbuka untuk melaporkan segala bentuk penyelewengan di lembaga pendidikan sehingga pemerintah bisa merespon cepat.

’’Selama ini, memang terjadi beberapa pelanggaran. Tapi, masyarakat diam saja. Jadi, saya minta tolong agar orang tua atau teman yang tahu adanya kekerasan, bullying, atau pungli segera laporkan,’’ tandasnya. (bil/JPG)

Respon Anda?

komentar