Arya Permana, Bocah 10 Tahun Terberat di Dunia Asal Karawang Masuk Rumah Sakit

1241
Pesona Indonesia
Arya Permana, bocah 10 tahun saat tiba di RS Hasan Sadikin Bandung, Senin (11/7/2016). Foto:  Fajir Ahmad/Bandung Ekspres
Arya Permana, bocah 10 tahun saat tiba di RS Hasan Sadikin Bandung, Senin (11/7/2016). Foto:
Fajir Ahmad/Bandung Ekspres

batampos.co.id – Arya Permana, bocah laki-laki berusia 10 tahun dengan bobot super berat asal Karawang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, sejak Senin (11/7/2016).

Tak tanggung-tanggung, Arya langsung ditangani 13 tim medis. Mereka terdiri atas dokter ahli gizi, kejiwaan, dan dokter spesialis.

Selain diantar orang tuanya, Ade Somantri, 42, dan Rokayah, 37, Arya yang datang pukul 13.15 itu didampingi Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana.

Tidak ketinggalan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Alma Lucyati. Arya langsung dibawa ke Gedung Kemuning Ruang Kenanga Lantai 2 untuk mendapatkan perawatan awal.

Direktur Utama RSHS dr Ayi Djembarsari menyatakan, rumah sakit yang dipimpin baru kali pertama menangani kasus obesitas ekstrem.

Apalagi, bobot Arya mencapai 198,5 kilogram. Menurut Ayi, penyelesaian kasus Arya menjadi sangat berharga secara medis. Sebab, ke depan menjadi panduan bagaimana mengatasi masalah kegemukan pada anak.

”Kasus ini juga pernah ada di negara lain. Tapi, Arya ini bobotnya melebihi anak di negara tersebut. Jadi, bobot badannya terbesar di dunia bagi anak seusianya,” kata Ayi di Aula RSHS Bandung.

Tim dokter, lanjut Ayi, akan berusaha menurunkan berat badan Arya dengan cepat dan aman. Jadi tidak berbahaya bagi perkembangannya.

Berat badan normal anak usia 10 tahun seharusnya kurang dari 50 kilogram. ”Tapi, ini lebih dari 190 kilogram. Sangat berbahaya,” ungkapnya.

Selain tindakan medis, pihaknya akan memberikan pemahaman kepada orang tua Arya soal pola makan.

”Kami akan berikan materi tentang pengurangan kalori serta diet agar orang tua si anak bisa menerapkannya di rumah setelah selesai perawatan,” kata Ayi.

Cellica menyatakan sangat berterima kasih atas kesiapan RSHS yang bersedia merawat Arya secara khusus.

Dia juga akan berjuang agar anak itu bisa kembali menjalani kehidupan normal sesuai anak sebayanya.

Salah satunya memberikan pendidikan yang layak. ”Kami akan memberikan pendampingan khusus,” tegasnya.(dn/rie/mam/JPG) 

Respon Anda?

komentar