Lebih Tujuh Ribu Warga Kembali ke Karimun

475
Pesona Indonesia
Penumpang memadati pelabuhan domestik Karimun. foto:sandi/batampos
Penumpang memadati pelabuhan domestik Karimun. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Puncak arus balik pada Sabtu (9/7) dan Ahad (10/7) di Tanjungbalai Karimun benar-benar terjadi dalam dua hari tersebut. Tidak saja arus balik atau kedatangan penumpang dari luar ke Tanjungbalai, namun keberangkatan juga mengalami peningkatan.

”Untuk arus balik dalam dua hari terakhir, Sabtu dan Minggu khusus dalam negeri mencapai 7.084 orang. kepadatan yang cukup ramai itu terjadi pada Minggu yang mencapai 4.332 orang, sedangkan sehari sebelumnya 2.752 orang. Untuk keberangkatan Sementara itu, untuk keberangkatan ke luar negeri juga mengalami peningkatan dalam dua hari tesebut sebanyak 3.204 orang yang sebagian besar penumpang tujuan ke Malaysia,” ujar Kapolsek kawasan pelabuhan, AKP Krisna, Senin (11/7).

Kemudian, katanya, untuk kemarin kepadatan penumpang yang akan berangkat sudah mulai berkurang. Namun, untuk tujuan ke Batam masih terlihat ramai. Diprediksi peningkatan arus balik masih akan terjadi pada akhir pekan ini, khususnya Sabtu (16/7) dan Minggu (17/7). Hal ini mengingat pada pekan depan aktivitas sekolah sudah kembali dimulai. Hanya saja, untuk tingkat kepadatan tidak akan sama seperti akhir pekan lalu.

”Kepadatan penumpang juga terjadi di pelabuhan antar pulau, Pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau biasa disebut Pelabuhan KPK. Hanya saja, kepadatan penumpang puncaknya di pelabuhan antar pulau ini pada Sabtu dengan jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 2.074. Dan, pada minggu 1.619 orang. Sebagian besar penumpangnya juga adalah pekerja di Tanjungbalai Karimun yang tinggal di Pulau Kundur, Moro dan Buru. Untuk kondisi keamanan selama arus balik dan mudik semuanya aman. Tidak ada penumpang yang menjadi korban kriminal,” jelasnya.

Dikatakannya, hanya saja kemarin, ada 29 orang openumpang kapal Pelni tujuan ke Tanjung Priok, Jakarta, yang akan berangkat dari Tanjungbalai tidak dibenarkan naik ke kapal. Hal ini disebabkan tiket kapal yang dimiliki dibeli di Batam, bukan di Tanjungbalai Karimun. Sehingga, untuk bisa naik ke kepala Pelni, harus naik dari Batam. Sehingga, pihaknya mengarahkan agar puluhan calon penumpang tadi naik kapal feri tujuan ke Batam dan kemudian baru naik ke kapal Pelni.

”Setelah dijelaskan, akhirnya 29 orang penumpang tadi akhirnya mau menerima untuk naik kapal feri ke Batam dulu. Sebab, kapal Pelni tersebut sebelum berangkat ke Jakarta terlebih dulu singgah di Batam untuk mengambil penumpang. Selain itu, untuk kecepatan kapal juga masih sempat terkejar. Karena, kapal feri berangkat pukul 07.30 WIB, sedangkan kapal pelni berangkat dari Karimun pukul 08.30 WIB” ungkap Krisna. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar