Ke Lingga, Jangan Lewatkan 5 Destinasi Wisata Religi dan Sejarah Ini

770
Pesona Indonesia

istana damnahbatampos.co.id – Bunda Tanah Melayu begitulah gagasan GAPENA dan beberapa negara ASEAN menyematkan kota kecil Daik pada tahun 1999 silam. Lebih dari seabad yang lalu, Daik adalah sebuah pusat ibukota kerajaan Lingga-Riau yang kental dengan perkembangan bahasa, sejarah, agama, pendidikan serta budaya melayunya yang kini menjadi refrensi kuat provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Di Daik, banyak pula peninggalan sejarah, religi dan budaya yang masih dapat di jumpai saat ini. Mengisi waktu libur panjang sekolah dan musim mudik lebaran di Daik, tak ada salahnya mengunjungi 5 distenasi sejarah dan religi yang dimiliki kesultanan Lingga ini. Selain menambah pengetahuan dan pengalaman, ada baiknya juga berziarah ke makam-makam para Sultan Lingga di Daik, sejarah besar Kepri hari ini.
5 distenasi tersebut yakni:

1. Masjid Jami’ Sultan Lingga dan Makam Sutan Mahmud III

Lokasi masjid Jami’ Sultan Lingga berada tepat ditengah kota Daik. Salah satu bangunan bersejarah, peninggalan kesultanan Lingga-Riau yang masih utuh dan masih dapat digunakan hingga hari ini sebagai tempat beribadah. Selain bangunannya yang unik karena tidak memiliki tiang penyangga, di komplek ini juga terdapat makan Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) (1787-1812) atau Sultan Mahmud III. Tokoh besar dibalik pemindahan pusat ibukota kerajaan dari sungai Carang ke Daik Lingga dua ratus tahun yang lalu. Selain itu, banyak juga makam para kerabat kesultanan melayu lainnya di lokas ini.

Ketokohan Sultan Mahmud III juga kini terus digodok untuk di jadikan sebagai pahlawan Nasional pertama usulan provinsi Kepri.
2. Komplek Istana Damnah

Komplek Istana Damnah, adalah salah satu situs bekas bangunan istana terakhir kesultanan Lingga. Pengunjung dapat melihat langsung puing-puing bangunan era kesultanan masih berdiri. Dilokasi ini, juga terdapat replika atau tiruan bangunan istana Damnah yang dibangun tahun 2002 lalu. Selain itu, terdapat juga Bilik 44, gedung seni milik sultan Lingga yang pembangunannya tidak pernah selesai hingga kesultanan melayu Johor-Pahang-Riau-Lingga ini berakhir.

3. Museum Linggam Cahaya dan Makam Merah

Mengisi waktu libur, sayang rasanya kalau tidak melihat koleksi Museum Linggam Cahaya. Satu-satunya museum, tapak tilas kesultanan melayu di Daik. Berbagai koleksi seperti kitab, manuskrip, maupun benda-benda bersejarah dan budaya tersimpan di sini.

Hanya berjarak lebih kurang 100 meter, terdapat juga Makam Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi, Yang Dipertuan Muda Riau ke X.

4. Makam Bukit Cengkeh

Bukit Cengkeh terletak dikampung Tanda Hulu, Kelurahan Daik. Berada diatas bukit, komplek pemakaman 3 orang sultan yang pernah memerintah Kerajaan Lingga-Riau. Yakni Sultan Abdul Rahman Syah (1812-1832), Sultan Muhammad Syah (1832-1841) dan Sultan Sulaiman Badul Alamsyah II (1857-1883).

5. Benteng dan Pulau Dato Kaya Montel

Pulau Mepar terletak disebelah selatan pulau Lingga, berhadapan langsung dengan pelabuhan Tanjung Buton. Untuk sampai ke sini, pengunjung bisa menggunakan angkutan masyarakat setempat yakni pompong degan tarif cukup murah hanya Rp 5 ribu perorang. Jarak tempuh hanya lebih kurang 15 menit. Terdapat 4 buah benteng di sekeliling pulau yang menjadi salah satu benteng pertahanan kesultanan Lingga. Selain itu, juga terdaat makam Dato Kaya Montel, pemimpin suku laut dan penguasa laut Lingga. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar