Makan 5 Kali Sehari, Porsi 2 Kali Orang Dewasa, Bocah Terberat di Dunia Ini Masih Lapar

1088
Pesona Indonesia
Arya Permana, bocah 10 tahun berbobot 198,5 kilogram asal Karawang, Jabar, kini dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung. Foto: jawapos.com
Arya Permana, bocah 10 tahun berbobot 198,5 kilogram asal Karawang, Jabar, kini dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung. Foto: jawapos.com

batampos.co.id – Arya Permana, bocah laki-laki berusia 10 tahun dengan bobot super berat asal Karawang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, sejak Senin (11/7/2016).

Baca Juga: Arya Permana, Bocah 10 Tahun Terberat di Dunia Asal Karawang Masuk Rumah Sakit

Bagaimana pola makan Arya sehingga bisa menjadi bocah terberat di dunia yang ternyata membuat dia susah beraktivitas?

Ade Somantri dan Rokayah, orang tua Arya Permana, mengatakan saat dalam kandungan hingga lahir, berat Arya normal-normal saja, layaknya bayi lahir normal lainnya. Berat badannya hanya 3,8 kilogram.

“Muncul kelainannya waktu usia 8 tahun,” jelas dia di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Senin (12/7/2016).

Saat itu, berat badan Arya naik pesat. Hingga menginjak usia 10 tahun mereka baru menyadari bahwa berat badan anaknya tersebut tidak normal sebagaimana anak-anak lain seusianya. Bahkan, Arya sampai sulit bergerak.

Sebelumnya, Ade sempat khawatir anaknya meninggal karena kegemukan. Kasus Arya tidak hanya menjadi sorotan media nasional, tetapi dunia.

Sejumlah media internasional seperti The Telegraph, Mirror, Daily Mail Online, Metro UK, menyebut Arya sebagai ”the world’s fattest child” atau bocah tergemuk di dunia.

Gara-gara bobot badan, Arya tidak mampu berjalan tanpa bantuan. Akibatnya, dia terpaksa putus sekolah pada Februari 2016.

Saat ini, bobot bocah yang masih berusia 10 tahun itu mencapai 198,5 kilogram.

Ibu Arya, Rokayah menambahkan nafsu makan Arya sejak usia 8 tahun memang diluar batas normal. Arya makan lima kali sehari.

Menunya terdiri dari nasi, ikan, daging sapi, sup sayuran, dan tempe.

Porsi sekali makan setara porsi makan dua orang dewasa.  Jadi, jika makan lima kali sehari setara 10 kali makan orang dewasa.

”Dia punya nafsu makan besar. Bisa menghabiskan porsi makanan dua orang dewasa pada satu waktu,” katanya.

Meski sudah makan lima kali sehari dengan porsi makan dua kali ukuran orang dewasa setiap kali makan, namun Arya masih terus lapar.

Karena berat tubuhnya terus bertambah, orang tuanya tidak mampu menemukan pakaian yang cocok untuk Arya. Hasilnya, Arya hanya mengenakan sarung sampai pinggang.

”Dia selalu lelah dan mengeluh sesak napas,” ujarnya.

Selain makan dan tidur, Arya menghabiskan waktu berjam-jam berendam di kolam. Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi masalah anaknya.

Terlebih untuk perawatan medis. Untuk sehari-hari, dia mengatakan kerap meminjam uang. Gara-gara bobot badan ini, Arya tidak mampu berjalan tanpa bantuan.

Saat ini, Arya tengah menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung. Dia ditangani 13 dokter. Mereka terdiri atas dokter ahli gizi, kejiwaan, dan dokter spesialis. (dn/rie/mam/JPG)  

Respon Anda?

komentar