Padi Sudah Menguning, Lingga Siap Panen Perdana

976
Pesona Indonesia
Warga Sungai Besar, Lingga, sudah memulai panen padi. foto:hasbi/batampos
Warga Sungai Besar, Lingga, sudah memulai panen padi. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Mimpi Lingga menjadi lumbung beras Kepulauan Riau, mulai terwujud. Tepat 100 hari setelah penanaman perdana dan peluncuran percetakan sawah pada 23 Maret 2016 lalu di Desa Sungai Besar, Kecamatn Lingga Utara oleh Alias Wello Bupati Lingga, padi tumbuh subur, berbulir dan kini menguning siap untuk di panen.

Hal tersebut dibenarkan, Ady Indra Pawennary, pimpro percetakan sawah. Sosok inspiratif peraih gelar Pahlawan Inovasi Teknologi 2015 yang mendapingi Bupati Lingga sejak awal membuka sawah optimis, Lingga bakal mandiri memperkuat ketahanan pangannya.

“Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, beberapa orang yang pernah menanam padi di Lingga selalu mengalami kegagalan. Karena itu, setiap ada orang yang mencoba memulai usaha budidaya padi ini, masyarakat sepertinya apatis dan tidak yakin akan berhasil. Tapi hari ini, Tuhan berkehendak lain. Tak ada yang mustahil jika Dia menghendakinya,” cuit Ady di akun facebook pribadinya, Minggu (10/7).

Hal tersebut jelas tidak lepas dari sejarah Kerajaan Lingga abad ke-18 silam yang pernah memulai usaha serupa. Membuka sawah untuk ditanami padi. Namun usaha yang dikerjakan oleh Sultan Sulaiman Badrullalamsyah II tersebut gagal. Hal ini yang juga dikatakan Ady, masih membekas dalam kehidupan masyarakat Lingga hari ini.

Namun, karena niat baik dan keinginan luhur menyediakan ketahanan pangan kabupaten pesisir yang sulit mendapat pasokan beras dan tergantung dengan wilayah lain, Awe sapaan akrab Bupati Lingga, Ady, serta masyarakat Desa Sungai Besar berhasil menanam padi hingga siap panen. Sedikitnya, lebih kurang 7 hektar sawah yang siap dilakukan panen perdana.

“Insyaalah, Selasa (12/7) Lingga Rice cap Gunung Daik akan diperkenalkan langsung oleh bapak Gubernur, Nurdin Basirun di Sungai Besar. Bunda Tanah Melayu, sudah mulai menjadi produsen beras,” tambah Ady.

Sementara itu, Putra, salah seorang warga Lingga lainnya sangat mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan Bupati Lingga bersama warga Desa Sungai Besar. Meski awalnya pesimis, namun proyek yang telah berlangsung hingga siap dipanen, menurutnya memberikan kebanggan tersendiri. Ia berharap, panen perdana ini dapat mewujudkan penambahan lokasi dan perluasan sawah di Lingga. Begitu juga dengan adanya prodak beras lokal, dapat menekan harga pasaran beras.

“Yang jelas kami banggalah. Lingga akan punya beras sendiri. Semoga besok kita tidak ketergantungan lagi dari luar dan harga beras juga dibawah pasaran yang ada,” imbuhnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar