Pangkalan Militer di Natuna Mulai Dibangun, Armada Perang Diperkuat

18769
Pesona Indonesia
Presiden Joko Widodo saat meninjau perairan natuna menggunakan KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). Foto: istimewa
Presiden Joko Widodo saat meninjau perairan natuna menggunakan KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Manufer-manufer militer Cina di Laut Cina Selatan yang sebagian menjadi bagian dari wilayah NKRI membuat Pemerintah Indonesia gerah.

Mulai tahun ini, Pemerintah melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menambah kekuatan militer di Natuna. Pembangunan pembangunan pangkalan militer dikebut tahun ini dan diperkirakan rampung tahun depan.

Sembari menunggu pangkalan militer selesai, TNI tak mau lengah. Saat ini, armada perang terus diperbanyak di kawasan tersebut. Termasuk jumlah pesawat tempur yang siaga di Natuna terus ditambah. Semua dalam posisi siap mengamankan wilayah kedaulatan NKRI.

Agar pesawat tempur berbagai jenis bisa leluasa mendarat dan take off di Nauna, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan pihaknya juga akan memperpanjang landasan pacu (runway) Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Ranai.

Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menjaga kedaulatan dan menegasan penegakan hukum di Kepulauan Natuna.

“Perlu ada tempat pesawat tempur di sana, perlu ada ground support equipment pesawat tempur di sana,” kata Gatot, belum lama ini.

Menurut Gatot, pemerintah perlu membangun dermaga yang dapat disinggahi kapal perang RI untuk menjaga keamanan perairan serta menambah radar untuk memantau wilayah di seluruh kawasan perbatasan.

Seperti diketahui, wilayah Kepulauan Natuna berbatasan langsung dengan Malaysia, Vietnam, dan Kamboja, serta sekaligus wilayah laut Indonesia yang menjadi jalur utama pelayaran global, terutama bagi kapal-kapal yang hendak menuju Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan.

Pengembangan Natuna menjadi keharusan dan prioritas utama pemerintah Indonesia, bukan saja karena Presiden Jokowi ingin perbatasan menjadi beranda terdepan Indonesia, melainkan juga ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan TNI adalah pihak yang akan membangun pangkalan militer Indonesia di Kepulauan Natuna untuk menjaga kedaulatan dan menegaskan penegakkan hukum.

“Kan sudah direncanakan sejak September 2015, diawali dengan kebijakan dari saya selaku Menhan, kemudian pelaksanaannya dilanjutkan oleh Panglima TNI,” kata dia, akhir pekan lalu.

Dia menegaskan, pembangunan pangkalan militer di Natuna akan dimulai tahun ini dan diharapkan akan rampung pada tahun depan. Selain di Natuna, pemerintah juga memperkuat pangkalan militer di sejumlah kawasan perbatasan lainnya, seperti Morotai, Biak, dan Saumlaki-Selaru. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar