Pasar Sayur Kekurangan Pasokan, Harga Melambung Tinggi

1440
Pesona Indonesia
Pedagang sayur di Pasar Sayur Dabo. foto:wijaya satria/batampos
Pedagang sayur di Pasar Sayur Dabo. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Pasar sayur Dabo Singkep mengalami kelangkaan sayur mayur akibat belum beroperasinya kapal pemasok dari Jambi yang selama ini mengangkut barang kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat Kabupaten Lingga. Di pasar, pedagang hanya menjual sayur lokal dan beberapa jenis sayur dan cabai pasokan dari Tanjungpinang yang selama ini dipasok dari Jambi.

“Barang kebanyakan dari Tanjungpinang. Harga dari sananya saja sudah mahal,” kata Bang Zul salah seorang pedagang di Pasar sayur Dabo Singkep, Senin (11/7) pagi.

Zul juga mengaku belum mengetahui pasti kapan kapal pengangkut barang dari Jambi beroperasi kembali. Menurut pria berambut putih ini, bisa saja hari ini atau besok kapal dari Jambi kembali beroperasi mengangkut barang kebutuhan masyarakat namun belum dapat dipastikan kapan kembali beroperasi.

Akibat kelangkaan pasokan, sejumlah bahan pokok seperti cabai, tomat dan jenis sayur lainnya mengalami lonjakan harga yang terbilang tinggi. Tak tanggung-tanggung harga cabai merah perkilonya mencapai Rp 70 ribu yang biasanya hanya berkisar Rp 40 ribu perkilo.

Begitu juga dengan harga tomat, saat ini pedagang di pasar Dabo Singkep menjual dengan harga Rp 25 ribu perkilo yang sebelumnya harga tomat hanya dibandrol Rp 15 ribu perkilo. Selain itu, kol juga mengalami lonjakan harga yang tidak sedikit, dari Rp 10 ribu perkilo kini mencapai harga Rp 18 ribu. Naik Rp 8 ribu perkilo.

Sementara itu, harga kentang juga menyusul lonjakan harga kol dengan harga sebesar Rp 18 ribu perkilo yang sebelumnya hanya terpaut pada harga Rp 12 ribu perkilo. Ketidak setabilan harga karena kekosongan barang juga berlaku pada harga harga daging ayam yang ikut tidak setabil.

“Dabo tak tentu harga daging ayam, kalau barang kosong pedagang bisa saja menaikkan harga,” kata pedagang ayam saat ditemui di pasar Dabo Singkep.

Harga perkilo daging ayam saat ini dibandrol Rp 40 ribu perkilo, sedangkan harga normal daging ayam perkilo hanya berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 38 ribu.

Sayangnnya hingga berita ini di tulis, Batam Pos belum dapat meminta keterangan dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Lingga. Saat dihubungi, telepon tidak dijawab sehingga belum ada kepastian tindakan yang diambil untuk mencegah lonjakan harga tersebut.(wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar