Peralatan dan Pelayanan di Rumah Sakit Palmatak Belum Memadai

667
Pesona Indonesia
Rumah Sakit Palmatak di Anambas. foto:syahid/batampos
Rumah Sakit Palmatak di Anambas. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Keberadaan rumah sakit lapangan yang ada di Palmatak dinilai belum berjalan secara maksimal. Rumah sakit tersebut belum ditunjang dengan peralatan yang memadai dan belum dialiri listrik 24 jam. Sehingga belum bisa melayani pasien dengan baik.

Buktinya, saat ada proses persalinan ibu hamil yang tidak bisa dilakukan secara normal dan memerlukan operasi, rumah sakit tersebut belum siap. Sehingga pasien tersebut harus dilarikan di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta.

“Saya kecewa dengan pelayanan di rumah sakit di Palmatak, belum lagi fasilitas minim, mesin gensetpun sudah rusak dan tidak ada upaya dilakukan perbaikan. Terpaksa istri saya harus diberangkatkan menuju rumah sakit di Jakarta,” ungkap suami seorang pasien, Febrizal, Senin (11/7) siang.

Menurutnya, jika fasilitas yang dimiliki Rumah Sakit Palmatak cukup memadai ia yakin tidak akan terjadi hal seperti ini. Hari ini ia harus dapat menumpang pesawat milik perusahaan yang beroperasi di Palmatak menuju Jakarta untuk membawa istrinya supaya bayi yang ada dirahim ibunya bisa ditolong.

Jika tidak cepat dibawa ke jakarta, ia khawatir hal yang tidak diinginkan akan terjadi karena istrinya sudah mengeluarkan tanda-tanda melahirkan, hal itu sesuai yang disampaikan oleh pihak dokter rumah sakit kepadanya. Bahkan upaya yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Palmatak sudah dilakukan seperti yang dilakukan pada umumnya orang melahirkan, namun hal itu tidak bisa dilakukan sebab bayi didalam kandungan lebih besar dari pada pinggul istrinya.

“Kemarin malam istri saya sudah dilakukan upaya untuk mengeluarkan bayi, tapi bayi itu tidak bisa dikeluarkan sebab bayi saya cukup besar kata dokter kepada saya,” jelasnya.

Sementara itu disadarinya tidak mudah untuk menumpang pesawat milik perusahaan migas. Untung dapat menumpang pesawat, kalau tidak dapat tumpangan, maka akan lain akibatnya.

“Alhamdulillah saya dan istri beserta dokter pendamping dapat menumpang pesawat milik Conoco Philips untuk menuju Jakarta. Saya dibantu pak Jasril, (Anggota DPRD Anambas Dapil Matak),” ungkapnya.

Lanjutnya, ia hanya berharap kepada pemerintah daerah agar dapat memperhatikan segala fasilitas yang dimiliki rumah sakit dapat tersedia dengan baik, sebab hal ini menyangkut nyawa orang lain. Tidak dipungkiri hal ini bisa juga terjadi kepada calon pasien lainnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar