Tanya Kelanjutan Pemilihan Wagub Kepri, DPRD Sowan ke Mendagri

 Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepri, Husnizar Hood. foto:ist
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepri, Husnizar Hood. foto:ist

batampos.co.id – Kelanjutan tahapan pemilihan nama calon Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan masih menunggu petunjuk Kementerian Dalam Negeri. Nihilnya petunjuk ini membuat jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri tidak bisa sekadar menunggu. Sebab itu, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepri, Husnizar Hood mengutarakan bakal menanyakan kembali ihwal ketentuan pemilihan nama calon wakil gubernur yang nantinya bakal diajukan oleh partai politik pengusung.

“Setelah lebaran ini akan diatur jadwalnya untuk bertemu Mendagri. Seperti apa nanti teknisnya itu yang akan kami tanyakan kembali,” kata Husnizar, kemarin.

Satu hal yang pasti, nama yang akan terpilih menjadi calon Wakil Gubernur Kepri tak bakal terpilih secara otimatis. Sebagaimana yang terjadi di Provinsi DKI Jakarta. Dimana gubernurnya memilih langsung orang yang akan mendampinginya sebagai wakilnya.

Hingga saat ini, Husnizar menerangkan, kalangan internal Partai Demokrat sebagai partai politik utama pengusung juga masih menunggu aturan teknis dari Kemendagri. Mengenai kabar yang mencuat bahwasanya Partai Demokrat sudah mengeluarkan lima nama kandidat yang kemudian bakal dikerucutkan menjadi dua nama, Husnizar masih enggan menanggapi.

“Kalau soal nama-nama itu no comment,” tegas Husnizar.

Santer berembus kabar, bahwasanya lima nama calon wagub yang sedang dipertimbangkan Partai Demokrat itu adalah Agus Wibowo yang kini berstatus sebagai Wakil Ketua DPRD Bintan dan Ketua DPC Demokrat Bintan, Huzrin Hood yang merupakan tokoh masyarakat pembentukan Provinsi Kepri, Mustofa Widjaja yang terakhir menjabat sebagai Kepala BP Batam, Isdianto yang merupakan adik kandung Alm. Muhammad Sani dan Kepala Dispenda Kepri, dan nama terakhir adalah Husnizar Hood sendiri.

“Yang pasti nanti ada dua kandidat wagub yang bakal dimajukan namanya ke DPRD Kepri, dan dari dua nama itu, dipilih salah satu, lewat voting (pemilihan lewat suara terbanyak-red),” pungkas Husnizar. (aiq/bpos)

Respon Anda?

komentar