Tetapkan Sanusi Tersangka Pencucian Uang, KPK Periksa 13 Saksi

507
Pesona Indonesia
Anggota DPRD DKI dari Partai Gerindra, M Sanusi saat digiring ke mobil tahanan KPK, Sabtu (2/4/2016) dini hari. Foto: Ricardo/JPNN.Com
Anggota DPRD DKI dari Partai Gerindra, M Sanusi saat digiring ke mobil tahanan KPK, Sabtu (2/4/2016) dini hari. Foto: Ricardo/JPNN.Com

batampos.co.id – Setelah menetapkan Mantan Ketua Komisi D DPRD DKI M. Sanusi sebagai tersangka kasus suap Ranperda Reklamasi Teluk Jakarta lalu menyusul tersangka tindak pidana pencucian uang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 13 saksi untuk diperiksa.

“Iya, mereka (13 saksi) diperiksa untuk MSN,” tegas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (12/7/2016).

BACA: KPK Tetapkan Mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Tersangka Pencucian Uang

Mereka yang diperiksa sebagai saksi antara lain: Leo Setiawan, Haniwati Gunawan, Tekno Wibowo, Wahyu Dewanto, Jefri Setiawan Tan, Nicholas Hartono dan Gerard Arche Istiarso. Kemudian, KPK juga memanggil Aseng, Gina Prilianti, Hendrikus Kangean,  Evelyn Irawan, Dodi Setiadi dan Danu Wira.

Dari nama-nama itu, kebanyakan dari kalangan swasa.

Kubu Sanusi sendiri mengaku bingung atas jeratan baru KPK terhadap adik kandung Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik ini.

Krisna Murti, pengacara Sanusi mengatakan siap membuktikan di pengadilan jika kliennya tidak mencuci uang. Ia menegaskan, akan membuktikan jika KPK tidak memiliki dasar yang kuat menjerat Sanusi sebagai tersangka pencuci uang.

“Oke ini jadi kewenangan penyidik, tapi nanti kami akan jawab di pengadilan. Kami sudah siapkan fakta materilnya,” kata Krisna di kantor KPK, Selasa (12/7/2016).

Sebelum menetapkan Sanusi sebagai tersangka Pecucian Uang, KPK sempat memeriksa Legal Director PT Agung Podomoro Land, Miarni Ang, sebagai saksi.

Miarni tidak membantah bahwa pemeriksaannya terkait surat perintah penyidikan baru KPK soal penetapan Sanusi sebagai tersangka pencucian uang.

Baca Juga: Dalami Suap Sanusi, KPK Geledah Gedung DPRD DKI Jakarta

Miarni mengatakan, ia ditanya penyidik soal harta Sanusi berupa aset yang properti yang dipesan di grup usaha APL. Namun, Miarni enggan menyebutkan detail pemeriksaan tersebut

“Data-datanya sudah saya sampaikan. Ini bikin berita acara pemeriksaan baru, datanya sama,” kata Miarni usai diperiksa KPK, Senin (11/7/2016).

Miarni membenarkan ada beberapa aset properti Sanusi yang dibeli di grup APL. Ada beberapa yang sudah dibeli. Ada pula yang sudah dibatalkan.

“Saya tidak bisa jelaskan di sini,” ungkap Miarni. Ia menyarankan menanyakan langsung kepada penyidik terkait detail aset-aset Sanusi. (boy/jpnn)

Baca Juga:
> Politisi Gerindra Sanusi Resmi Tersangka dan Langsung Ditahan KPK
> Uang USD 148.835 Disita KPK Saat OTT di Toilet Hotel
> KPK Bakal Geledah Kantor Mantan Kajati Kepri
> 3 Pemberi Suap Terjaring OTT Jadi Tersangka, KPK Periksa Mantan Kajati Kepri
> OTT KPK hanya Bekuk 3 Pemberi Suap, Ini Orangnya
> Ternyata KPK Lakukan 2 Operasi Tangkap Tangan, Kasusnya Berbeda
> Jaksa Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

. (boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar