Ancaman di Laut China Selatan Berbuah Hikmah Bagi Natuna

1692
Pesona Indonesia
Kapal Coast Guard China yang selalu menjaga nelayan mereka saat beraktivitas, termasuk saat masuk ke ZEE Natuna. Foto: Twitter.com/Ditjen PSDKP-KKP RI
Kapal Coast Guard China yang selalu menjaga nelayan mereka saat beraktivitas, termasuk saat masuk ke ZEE Natuna. Foto: Twitter.com/Ditjen PSDKP-KKP RI

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, ancaman Cina ibarat membangunkan macan yang sedang tidur. Ancaman itu cukup membuat Indonesia tersadar dan awas menjaga kedaulatannya.

Selama ini Natuna sebagai wilayah perbatasan dan memiliki potensi yang besar mungkin dianggap biasa-biasa saja oleh semua pihak termasuk pemerintah pusat karena tidak ada treatment yang menonjol untuk Natuna.

“Ancaman Cina telah menyadarkan Indonesia akan arti penting wilayahnya. Ancaman itu ibarat membangunkan macan yang sedang tidur,” kata Wabup Ngesti di hadapan peserta Diklatpim di gedung sri serindit Ranai, kemarin.

Menurut Ngesti, ancaman itu mendatangkan hikmah yang sangat besar bagi Natuna. Selama ini dianggap biasa-biasa saja, menjadi perhatian serius pemerintah dan sangat berharga. Pertahanan dan ekonomi terus digesa.

“Ancaman itu berbuah hikmah untuk Natuna, pembangunan hendak dipercepat oleh pemerintah pusat agar Natuna ini makmur dan kuat,” katanya.

Pemerintah sadar, Natuna dengan kapasitiasnya sebagai wilayah kepulauan yang kaya potensi alam dan jadi alur pelayaran internasional tentu memiliki potensi ancaman yang besar. Hal ini jadi alasan Natuna harus diperkuat.

Ngesti mengajak kepada seluruh pegawainya agar meningkatkan kinerja dan gesit dalam bekerja dan meraih peluang-peluang pembangunan dari pusat.

“Semangat daerah tidak boleh kalah dibanding di pusat. Pegawai di daerah harus gesit mengejar peluang dari pusat. Natuna harus maju,” tegasnya.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar