Dua Napi Jadi Korban Penganiayaan, Satu Tewas dan Satu Koma

590
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tanjungpinang, Batu 18, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Ricky Harahap dan Muarlis diduga dianiaya oleh petugas lapas, Selasa (5/7), kemarin. Saat itu juga, petugas lapas melarikan Ricky Harahap ke salah satu ruangan Instalasi Central Unit (ICU) Lantai 3, Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri, Batu 8 Tanjungpinang karena tak sadarkan diri. Sedangkan Muarlis masih di dalam sel namun dinyatakan telah meninggal dunia tiga hari kemudian, Jumat (8/7).

Berdasarkan informasi yang didapati dari sumber yang dipercayai koran ini, kondisi kedua korban saat bulan suci Ramadan dalam keadaan sehat jasmani. Kala itu kedua korban sempat dipanggil untuk masuk ke salah satu ruangan oleh orang-orang yang diduga merupakan petugas lapas. Namun beberapa jam kemudian, keduanya keluar dengan mengalami beberapa luka memar pada bagian kepala yang diduga bekas pukulan.

Hingga saat ini, Ricky Harahap masih tak sadarkan diri dan terbaring di salah satu ruangan ICU, Lantai 3 RSUP Kepri di Tanjungpinang. Kondisi korban sangat memprihatinkan. Beberapa peralatan medis seperti alat detak jantung dan selang infus tertempel dibagian tubuhnya. Sedangkan Muarlis telah dikebumikan oleh pihak keluarganya di TPU Kecamatan Gunung Kijang.

“Pasien yang kita tangani dari Lapas Batu 18 saat ini hanya Ricky. Bersangkutan mengalami luka yang sangat banyak sehingga koma selama tujuh hari,” ujar Wakil Direktur (Wadir) RSUP Kepri, dr Sunarto, saat dikonfirmasi, Senin (11/7).

Diceritakannya, warga binaan yang ditanganinya ini sudah dirawat sejak bulan suci Ramadan atau sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Hingga saat ini, korban belum sadarkan diri sehingga pihak RSUP Kepri masih memberikannya perawatan secara insentif.

Untuk penyebabnya pastinya, kata Sunarto, ia tidak bisa membeberkannya secara rinci tentang sebab korban mengalami koma. Tetapi kalau rekan media ingin mendapatkan penjelasan secara detail, bisa menjumpai Humas RSUP Kepri.

“Kalau mau penjelasan secara konkrit. Mas bisa jumpai humas kami Pak Asep besok. Nanti beliau yang jelaskan semuanya karena korban tak bisa diwawancarai akibat koma sampai sekarang,” sarannya.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Tanjungpinang, Joko membantah jika warga binaannya ada yang tewas dan koma akibat dianiaya oleh petugas lapas.

“Info itu tak benar. Karena tak pernah melihat dan mendengar adanya kejadian pemukulan di dalam lapas,” akunya.

Hal senada dikatakan Humas Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan hak azasi manusia (Kanwil Kemenkumham) Kepri, Rinto yang mengaku bahwa informasi penganiayaan yang dilakukan petugas lapas hingga menyebabkan warga binaan tewas dan koma itu hanya sebuah tudingan. Karena menurut informasi yang berhasil didapatinya, kejadian penganiayaan tak pernah terjadi di dalam lapas tersebut.

“Tak ada tindak pemukulan yang dilakukan petugas sipir kepada napi didalam lapas. Itu semua hanya tudingan saja, pasalnya barusan saya menghubungi langsung Kalapas Tanjungpinang dan beliau mengatakan bahwa tidak benar dan tidak pernah terjadi insiden tersebut,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar