Fakta-Fakta Persidangan Pembunuhan Mirna yang Memberatkan Jessica

2124
Pesona Indonesia
Terdakwa pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso menjalani persidangan. Foto: jawapos.com
Terdakwa pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso menjalani persidangan. Foto: jawapos.com

batampos.co.id – Jaksa penuntut umum (JPU) mulai mengeluarkan senjata mereka untuk membuktikan terdakwa Jessica Kumala Wongso bersalah atas pembunuhan Mirna.

Jurus-jurus itu berupa fakta-fakta yang diucapkan oleh keluarga Mirna saat persidangan keempat, Selasa (12/7/2016).

Baca Juga: Sidang Kelima Jessica, JPU Hadirkan Saksi Kunci

Dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, tim JPU menghadirkan tiga nama dari keluarga Mirna, yakni Darmawan Salihin (ayah), Made Sandy Salihin (saudara kembar), dan Arief Soemarko (suami).

Darmawan menjadi saksi pertama yang memberikan keterangan. Pria yang identik dengan kacamata itu menceritakan kejadian saat dia pertama kali melihat anaknya di RS Abdi Waluyo.

Ketika itu, anaknya sudah terlihat tidak bernyawa. Namun Darmawan tetap memberikan nafas buatan untuk anaknya.

Dia juga sempat meminta kepada perawat untuk mengeluarkan cairan dari dalam perut Mirna. Darmawan merasa curiga. ’’ada tiga gelas yang keluar,’’ ujar dia.

Saat itu, Darmawan tidak memperhatikan Jessica dan Hani Juwita Boon, rekan anak yang lain. Namun setelah itu dia mulai curiga dengan Jessica. Sebab Jessica terlihat tenang. Bahkan saat bibir Mirna mulai menghitam.

Ketika dia memperhatikan, tiba-tiba Jessica seakan-akan sedang menderita asma. ’’Dia mengaku asma, lalu keluar sama sekretaris saya,’’ ujar Darmawan.

Namun yang anehnya, lanjut Darmawan, ketika keluar, Jessica terlihat tenang kembali. Bahkan bisa mengontrol tubuhnya. Termasuk untuk menghindari barang-barang yang ada di IGD RS Abdi Waluyo.

’’Dia bisa meloncat, terus kesandung,’’ tambah dia.

Darmawan juga curiga, karena meski asma, dia terlihat mendengarkan orang yang ada di ruangan itu berbicara. Dia juga terlihat berkeliling sambil mendengarkan. Lalu kemudian keluar sendiri tanpa pamit.

Bahkan, lanjut dia, saat semua orang menangis, Jessica terlihat biasa dan tenang. ’’Yang Mulia saja kalah tenang,’’ ujar dia.

Tak hanya itu, Darmawan juga menyebut bahwa istrinya tidak mengenal Jessica. Saat itu, Jessica sempat memeluk istrinya dengan keras sesaat sebelum Mirna meninggal. Bahkan istrinya sempat bertanya kepada Darmawan.

’’Itu temen yang mana ya? Kok meluk kenceng amat. Curiga deh,’’ ujar Darmawan menirukan ucapan istrinya.

Dari awal, Darmawan dan sang istri mengaku tak pernah mengenal Jessica.

Diceritakan lagi, dulu ketika Mirna masih hidup, Jessica sering pergi dengan Mirna. Anehnya, Mirna selalu minta ditemani dengan temannya yang lain, kalau pergi bersama Jessica. Padahal, bila bermain dengan temannya, biasanya Mirna tak pernah berprilaku seperti itu.

“Mirna selalu minta ditemenin. Ada Hani, kalau gak ada temennya gak mau Mirna (bertemu Jessica), kan aneh itu. Kalau sama lain (teman lain) gak tuh,” kata dia.

Terkait dengan pengakuan asma oleh Jessica, Arief Soemarko menilai perempuan 27 tahun itu tindakannya sangat berlebihan. Jessica asma ketika Darmawan sedang memeriksa Mirna. ’’Lebay dia,’’ ujar Arief saat memberikan keterangan.

Arief menambahkan, awalnya Mirna tidak ingin bertemu dengan Jessica. Dia takut lantaran Jessica pernah marah terhadap Mirna. Jessica sendiri pernah memarahi Mirna pada Oktober 2014.

Saat itu, keduanya bertemu di Sydney, Australia. Mirna memberi nasehat kepada Jessica untuk memutuskan pacarnya. Nasehat itulah yang dijadikan oleh JPU sebagai motif pembunuhan.

Jessica Kumala Wongso membantah semua kesaksian Dharmawan Salihin. Ia menyebut ucapan ayah Mirna terkait dirinya‎ itu sangat tidak mendasar dan tidak sesuai dengan fakta.

“Saya keberatan yang diucapkan saksi Yang Mulia,” kata Jessica saat membacakan nota keberatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/7).

Jessica mengatakan, dia tak pernah menyebut Mirna cantik ketika tengah menghadiri proses pemakaman. Hal itu merupakan bantahan dari ucapan Dharmawan yang menyebut kalau Jessica memuji kecantikan putrinya itu ketika di rumah duka.

“Saya hanya ucapkan belasungkawa saja,” ujar Jessica yang menggunakan kemeja berwarna putih.

Jessica juga mengaku keberatan dengan pernyataan ayah Mirna yang menyebutnya meminta air mineral dan tidak mau meminum es kopi vietnam yang berisi sianida itu.

Dalam kesaksian perdananya, Dharmawan juga mengatakan istrinya tak pernah bertemu dengan Jessica. “Padahal saya sering bertemu dengan ibu Mirna selama beberapa kali, termasuk saat di Aceh dan Sydney,” ungkapnya.

“Saya juga keberatan dengan ungkapan Mirna terkait dengan pacar saya. Padahal dia baru kenal pacar saya saat saya s‎udah berpacaran,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui, dalam dakwaan penyidik berdalih salah satu alasan Jessica menghabisi nyawa Mirna karena tersinggung saat Mirna menegur Jessica yang berpacaran dengan lelaki nakal.

Sementara itu, Dharmawan tampak tak peduli dengan semua bantahan Jessica. “Saya tetap pada ‎keterangan saya,” ketusnya. (nug/elf/JPG)

Respon Anda?

komentar