Hujan Deras, Melcem Jadi Kolam Raksasa, Ratusan Rumah Terendam

1487
Pesona Indonesia
Seorang warga Melcem, Batuampar berusaha menyelamatkan barang dari air yang masuk ke dalam rumah, Rabu (13/7/2016).  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Seorang warga Melcem, Batuampar berusaha menyelamatkan barang dari air yang masuk ke dalam rumah, Rabu (13/7/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id -Titik banjir saat hujan deras mengguyur Kota Batam terus bertambah. Semua dipicu pembangunan yang tak memperhatian sistem drainase yang terintegrasi.

Yang ada, drainase kecil, buntu, rusak, hingga air hujan meluber ke badan jalan dan perumahan yang topografinya lebih rendah.

BACA JUGA: Batam Diguyur Hujan Deras, Ini TItik Banjirnya

Namun, dari puluhan titik banjir, kawasan paling teruk ada di Batuampar, yakni Melcem. Setiap hujan deras turun, langsung banjir dengan tinggi sepinggang orang dewasa. Kawasan itu tak ubahnya kolam raksasa. Ratusan rumah terendam.

Rabu (13/7/2016) siang hingga sore, tampak warga Melcem sibuk menguras air dari dalam rumah mereka.

“Kondisi banjir ini sudah kami laporkan ke Pemko Batam, namun sampai saat ini tak ada solusi. Bahkan kami sudah mengadu ke Gubernur Kepri waktu Pak Sani masih hidup,” ujar Toko Masyarakat Melcem, Rahmat Munte.

Munte berharap Pemko Batam, Pemprov Kepri, dan BP Batam mau membantu masyarakat di Melcem agar terbebas dari banjir setiap hujan deras turun.

Ia juga prihatin dengan pembiaran aktivitas reklamasi dan pembangunan properti yang drainasenya tak terintegrasi satu sama lainnya, sehingga menimbulkan banjir.

Menurutnya, investasi penting, namun jangan sampai mengorbankan warga sekitar. “Banjirnya setinggi perut orang dewasa karena drainasenya jelek,” kata Munte lagi.

Di tempat terpisah, Camat Batuampar Leo Putra membenarkan kalau sejumlah wilayahnya selalu kebanjiran saat hujan turun deras.

Kondisi itu diperparah dengan banyaknya aktivitas pemotongan lahan dan reklamasi. Tumpahan tanah menutupi drainase yang memang sudah kecil sehingga tak bisa berfungsi.

“Sudah sering kami usulkan, Pemko pun turun melihat, setelah itu tak ada realisasi perbaikan drainase,” katanya. (kon1/eggi)

Respon Anda?

komentar