Pemda Tak Kunjung Lanjutkan Pembangunan, Desa Bangun Jalan Sendiri

1293
Pesona Indonesia
Jalan yang setengah jadi akhirnya dibangun sendiri oleh pemerintah desa. foto:syahid/batampos
Jalan yang setengah jadi akhirnya dibangun sendiri oleh pemerintah desa. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya dinas Pekerjaan Umum terkesan lamban dalam melanjutkan pembangunan jalan poros menuju Rekam, Desa Tarempa Barat Daya. Jalan yang ada saat ini hanya separuh saja dan belum sampai ke desa itu. Sementara itu separuhnya lagi masih jalan semen setapak dibagian tengah kemudian disisi kanan dan kiri semen masih jalan tanah.

Padahal sudah tiga tahun lamanya warga desa tersebut meminta agar jalan itu dilanjutkan dengan alasan untuk memudahkan warga dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

“Pada musrenbang tahun 2013 lalu sudah kita sudah sampaikan agar pembangunan lanjutan dilaksanakan pada tahun 2014, tapi tidak terealisasi, musrenbang tahun 2014 juga kita sampaikan tapi tidak juga terealisasi sampai sekarang,” ungkap Kepala Desa Tarempa Barat Al Saring kepada media.

Dengan kondisi jalan yang tidak memungkinkan itu, kata Saring, maka banyak keluhan dari warga kepadanya mulai dari banyaknya warga yang jatuh hingga kesulitan yang lainnya seperti sulit membawa pasien dengan mobil dan sebagainya. Apalagi kondisi jalan saat ini sudah semakin buruk.

“Memang belum ada memakan korban tapi memang sudah terlalu buruk, orang cakap, orang yang sudah mati, kalau lewat jalan ini bisa hidup kembali,” selorohnya.

Karena pemerintah daerah lamban, maka pihaknya bersama BPD atas desakan masyarakat, memutuskan membangun jalan poros itu dengan dana infrastruktur desa. Tidak segan-segan, pemerintah desa menggelontorkan uang sekitar Rp 644 juta untuk membangun lanjutan jalan poros itu.

“Bukan hanya desakan dari masyarakat saja tapi pihak kecamatan juga sudah merekomendasikan agar jalan itu dibangun karena sudah rusak,” ungkapnya lagi.

Dengan anggaran tersebut diperkirakan dapat membangun jalan sepanjang kurang lebih 500 meter dengan lebar jalan 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Panjang 500 meter itu pun sebenarnya belum cukup, karena belum sampai ke kantor desa. Namun dinilai sudah lumayan karena sudah melewati jalan yang medannya ekstream.

“Memang kita buat cuma 3 meter lebarnya karena kalau kita buat 4 meter, takutnya anggarannya tidak cukup, nanti jadi menggantung, karena tidak bisa melewati jalan yang ekstrim,” ungkap Kaur Pembangunan Nanang.

Sekretaris Desa Iswandi, juga mengungkapkan dengan digunakannya dana infrastruktur desa untuk membangun jalan itu, maka dana desa cukup terkuras karena memakan biaya yang cukup besar. “Anggaran desa kita jadi terkuras,” ungkap Iswandi.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, sebelumnya juga mengatakan bahwasanya pemerintah daerah sudah merencanakan akan melanjutkan pembangunan jalan itu. Namun rencananya akan dibangun tahun depan karena tahun ini sudah diusulkan. “Tapi karena sudah dibangun, ya tidak masalah,” ungkapnya.

Dirinya mengaku tidak tahu sebelumnya karena pihak desa belum ada koordinasi mengenai pembangunan ini. “Belum ada koordinasi, nanti akan saya suruh staff saya untuk meninjau lokasi,” ungkap Sahtiar melalui telepon. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar