Pemprov Jambi Siapkan Status Siaga Darurat

736
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Provinsi Jambi tengah menyiapkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sebab, saat ini titik panas maupun titik api mulai terus bermunculan.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Dalmanto mengatakan, indikator menaikkan status siaga darurat karena wilayah Jambi sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kriterianya seperti suhu udara di Jambi sudah mencapai 34,8 derajat celcius. Kemudian munculnya hotspot dan titik api. Di samping itu, Dalmanto mengatakan, Menkopulhukam sudah mengirim surat penegasan untuk daerah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan bencana kabut asap.

Surat Menkopolhukam mengamanatkan agar kabupaten/kota segera menetapkan siaga darurat Karhutla. ”Minimal ketika dua kabupaten telah menetapkan siaga darurat, maka provinsi juga menetapkan status siaga darurat,” katanya seperti dikutip dari Jambi Independent (Jawa Pos Group).

Penetapan itu dilakukan agar pengunaan anggaran untuk pencegahan Karhutla bisa maksimal. Sebab daerah tidak menyediakan anggaran yang cukup untuk kegiatan di lapangan. ”Sebab itu, Menkopolhukam menegaskan penetapan siaga darurat itu. Kita provinsi sangat mendorong kabupaten/kota menyiapkan segala sesuatu untuk menaikkan status. Agar dana dari pusat bisa digunakan daerah,” katanya menjelaskan.

Namun kata Dalmanto, daerah yang menetapkan siaga darurat konsekuensinya harus membuat posko siaga darurat, ada rencana kerja, harus ada operasi lapangan baik darat maupun udara setiap harinya. Kemudian, mereka juga harus membuka pelayanan kesehatan dan ada penegakan hukum serta membuat laporan setiap hari.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi, Nurangesti mengatakan, Jambi sudah mulai masuk musim kemarau sejak Juni lalu. Namun musim kemarau di Jambi hingga tiga bulan ke depan masih berpotensi ada hujan dengan sifat hujan normal hingga di atas normal.

”Musim kemarau 2016 dimulai bulan Juni hingga September, namun untuk wilayah barat Jambi seperti Merangin, Sarolangun, dan Bungo masih berpotensi hujan hingga di atas normal. Kondisi itu berbeda dengan wilayah timur Jambi yang umumnya berpotensi hujan ringan,” kata Nurangesti.

Sementara untuk hotspot, BMKG mencacat sejak Juni hingga 10 Juli terdeteksi sebanyak 41 hotspot. Dan diprediksi akan terus bertambah selama musim kemarau. (jpg)

Respon Anda?

komentar