Penyelundup Minuman Keras Disidang, Pemilik Kapal Tak Mau Tanggungjawab

859
Pesona Indonesia
Danlantamal IV Laksamana Pertama S. Irawan memperlihatkan kapal yang berisi minuman bir di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Minggu (20/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Danlantamal IV Laksamana Pertama S. Irawan memperlihatkan kapal yang berisi minuman bir di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Minggu (20/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Herjhon (48), pengurus kapal KM Kawal Bahari dan pemilik 4.647 dus minuman keras Tiger, Heineken dan ABC, yang diselundupkan dari Singapura bertanggung jawab penuh atas olah gerak kapal yang disewanya.

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pemilik Kapal KM Kawal Bahari yang juga komisaris PT Hanka, Yuanda, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (12/7).

”Herjonh yang bertanggung jawab penuh atas kapal tersebut. Karena kapal tersebut disewanya satu tahun mulai Desember 2015 hingga Desember 2016,” ujar Yuanda, memberikan jawaban dari pertanyaan majelis hakim.

Dikatakannya, dalam surat perjanjian sewa, kapal tidak boleh mengangkut barang yang mengandung unsur ilegal. Hanya di perbolehkan membawa barang yang mempunyai izin.

”Terdakwa yang mengatur semua, baik itu muatan kapal, perekrutan pegawai dan juga surat-suratnya. Saya selaku komisaris tidak pernah ikut campur,” kata Yuanda.

Seperti diketahui, Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang, menangkap dua kapal penyeludup barang- barang ilegal dari Singapura tujuan Tanjungpinang, Kepri, pada Sabtu (19/3) dan Minggu (20/3).

Penangkapan pertama kali dilakukan tim WFQR terhadap Kapal Motor (KM) Kharisma Indah milik AH, Sabtu (19/3) sekitar pukul 22.00 WIB, di perairan Pulau Bayan, Tanjungpinang. Di kapal tersebut tim menemukan barang ilegal yang tak dilengkapi dokumen seperti minuman beralkohol jenis beer Heineken, Tiger, ABC sebanyak 100 dus. Selain itu petugas juga mendapati gula sebanyak lima ton dan beras sebanyak lima ton.

Penangkapan kedua dilakukan terhadap kapal KM Kawal Bahari 1 milik AK, di perairan utara Pulau Bintan, Minggu (20/3) pukul 02.00 WIB. Di kapal tersebut petugas mendapati 3000 dus minuman beralkohol jenis beer Heineken, Tiger dan ABC.

Penangkapan terhadap kedua kapal penyelundup ini dilakukan tim WFQR Lantamal IV menindak lanjuti penekanan dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo. Penangkapan dua kapal tersebut berdasarkan informasi dilapangan, kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan terhadap kedua kapal tersebut.

Modus yang digunakan para penyelundup ini cukup rapi. Yang mana barang yang tidak dilengkapi dokumen tersebut di sembunyikan di dalam palka untuk mengelabui petugas Bea Cukai dan instansi terkait lainnya yang melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan kapal tersebut. Nanti setelah Bea Cukai pergi mereka baru membuka palkanya. Ini yang akhirnya ketahuan oleh tim WFQR.

Dalam kasus ini, Rusli selaku nahkoda KM Kawal Bahri di jerat dakwaan tunggal yakni melanggar pasal 13 ayat 4 undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran karena mengangkut barang ilegal melalui kapal yang di nahkodainya dari Singapura ke Indonesia. Sedangkan manager PT Hanka Herjhon, yang juga penyewa kapal KM Kawal Bahari di dakwa pasal berlapis.

Proses penyidikan yang dilakukan terkait pelayarannya yang dilakukan Lantamal IV sudah masuk dalam proses persidangan di Pengadilan. Sedangkan penyidikan kepabeanan yang diserahkan penyidik Lantamal IV ke Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Kepri di Tanjungbalai Karimun, hingga saat ini masih mengendap.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar