Publik Curiga Terjadi Kecurangan PPDB

671
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Marasutan Siregar, tampaknya mengambil alih penuh pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016. Berbeda seperti tahun sebelumnya, di mana setiap kepala bidang masih diberi kewenangan menyampaikan informasi ke publik.

Hal ini terlihat saat Sumut Pos (Jawa Pos Group) ingin menggali informasi seputar pelaksanaan PPBD. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Disdik Kota Medan, Elly Nur Rambe, mengaku dirinya tidak bisa memberikan informasi apapun terkait PPDB karena sudah diakomodir sang kadis.

“Informasinya ke Pak Kadis langsung ya. Saya tidak bisa kasih keterangan,” tuturnya, Rabu (13/7).

Meski ditanya seputar pelaksanaan apakah berjalan lancar atau tidak, Elly juga enggan memberi komentar. “Maaf ya semua informasi satu pintu (lewat Kadis Pendidikan),” sambungnya.

Kolega Elly, Masrul Badri selaku Kabid Pendidikan Dasar pun berpendapat demikian. Bahkan Masrul mengakui pada tahun ini pihaknya tidak diperbolehkan berkomentar apapun soal PPDB.

“Kadang susah juga kita begini. Kita tahu informasinya karena selaku kepala bidang tapi tak bisa memberi penjelasan,” ungkapnya.

Menurutnya seluruh penjelasan mengenai pelaksanaan PPDB 2016, harus melalui sang kadis. Ia pun meminta wartawan memaklumi kondisi dimaksud. “Jadi gak seperti tahun lalu, kepala bidang yang menangani bidangnya bisa memberi jawaban,” katanya lagi.

Ia pun tak tahu apa alasan sang kadis membuat metode satu pintu seperti itu, padahal dirinya selaku Kabid Pendidikan Dasar juga berhak memberikan penjelasan. “Kalau soal itu saya tidak tahulah, coba tanya langsung ke Pak Kadis saja,” katanya.

Setali tiga uang, Sekretaris Disdik Medan Ramlan Tarigan ketika dihubungi juga mengaku demikian. Ia bahkan mengaku tidak memegang jadwal pelaksanaan PPDB tahun ini. “Jadwalnya sama Pak Kadis adinda, dan kalau saya tidak salah diserahkan juga kepada kabid bersangkutan,” ungkapnya.

Meski demikian Ramlan mengklaim bahwa pelaksanaan PPDB 2016 berjalan dengan lancar. Menurutnya ujian yang dilaksanakan pada Senin (11/7) kemarin, juga berlangsung tanpa kendala. “Alhamdulillah lancar-lancar saja, dan harapan kita semua dalam kondisi baik,” katanya.

Kadis Pendidikan Marasutan Siregar yang coba dikonfirmasi via seluler mengenai hal ini tidak berhasil. Nada dering dari sambungan teleponnya terdengar tidak aktif. Marasutan sendiri diketahui sangat sulit berinteraksi dengan wartawan, apalagi melalui jaringan seluler.

Menyikapi hal ini, pengamat pendidikan di Sumut Syaiful Sagala mengatakan, tidak sepantasnya informasi menyangkut publik dirahasiakan pejabat publik. Apalagi hal itu sudah ada ketentuan sesuai perundang-undangan.

“Kalau bicara sudut manajemen, setelah pelaksanaan ujian nasional, ujian naik kelas dan bagi rapot maka keluarlah pengumuman pelaksanaan PPDB. Kalau itu informasi publik, saya pikir kabid boleh beri informasi. Tetapi kalau untuk internal itu lain lagi,” katanya.

Akademisi Universitas Negeri Medan ini mengaku menyesalkan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Ia menambahkan, kondisi ini mengisyaratkan kecurigaan di mata masyarakat terkait pelaksanaan PPDB, yang rawan kecurangan setiap tahunnya.

“Termasuk ujian tanggal berapa dan pelaksanaan seperti apa. Artinya kondisi ini akan berdampak pada posisi dan kedudukan masing-masing (kabid). Mestinya kadis tidak melarang tetapi terbuka terhadap informasi.

“Sehingga sangat memungkinkan berbagai persepsi atau publik menaruh kecurigaan karena informasi tersebut ditutupi. Kenapa ditutupi berarti ada sesuatu. Untuk pendidikan ini atau penerimaan siswa baru, ya transparan saja. Masyarakat tahu dan si pejabat pun tidak jadi beban,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar