Sempat Tak Jelas, Pembangunan Pasar Padangpanjang Akhirnya Dimulai

891
Pesona Indonesia
BAKAL DIBANGUN: Areal yang akan dibangun kembali Pasar Padangpanjang--yuwardi/padek
BAKAL DIBANGUN: Areal yang akan dibangun kembali Pasar Padangpanjang–yuwardi/padek

batampos.co.id — Setelah ketidakjelasan proses dan tahapan pembangunan Pasar Padangpanjang pascatender yang dimenangkan PT Utama Karya, akhirnya Senin (18/7) pembangunan pasar dimulai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Padangpanjang Defrial mengatakan, seluruh kesiapan administrasi dan teknis sebagai syarat dimulainya proses pembangunan Pasar Pusat Padangpanjang tersebut telah tuntas. Rekomendasi Direktorat Jendera (Dirjen) Bina Konstruksi pada Kementerian Pekerjaan Umum terhitung 13 Juni lalu telah terbit.

“Hari kerja terhitung mulai besok (hari ini, red) usai diterbitkannya Surat Perintah Memulai Kerja (SPMK). Sedangkan tahapan pengerjaan fisik sudah harus dimulai selambat-lambatnya Senin (18/7) mendatang,” tutur Defrial didampingi Kabid Cipta Karya Widya Kusuma kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (13/7).

Terkait target capaian kerja dan serapan anggaran yang berjumlah Rp 70 miliar tersebut, Widya optimis terserap 100 persen. Namun dengan belum tuntasnya pembongkaran hingga ke Blok C, diperkirakan serapan anggaran hanya mencapai Rp 50 juta sampai di penghujung tahun ini.

“Pembongkaran di bawah pengelolaan Bidang Aset pada DPPKAD, yang telah tuntas baru mencakup 10 titik. Yakni Blok A, B, D, E, M, Los Panjang, Los Bawang, Los Sayur dan P1 serta P2. Mudah-mudahan dengan sistem parsial (bertahap), pengembangan proses pembangunan tidak terkendala karena pedagang dapat pindah ke bangunan yang telah diselesaikan nantinya,” tambah Widya.

Guna kelancaran pelaksanaan pembangunan, Dinas PU telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hal ini berkaitan dengan kelancaran akses mobil material dan kendaraan konstruksi yang akan melewati jalur Jalan Anas Karim (Kampung China).

“Kita juga sudah menyampaikan kepada instansi terkait untuk pembebasan akses jalan yang akan dilalui mobil material dan alat berat nantinya. Meskipun kegiatan akses mobil material lebih banyak malam, jalur tersebut harus steril dari kendaraan parkir mengingat kondisi jalan yang cukup kecil,” sebutnya.

Kabid Aset pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemko Padangpanjang, Fauzan menjelaskan, sebanyak 10 item yang terhitung aset telah tuntas dilaksanakan dengan nilai anggaran Rp 13,9 juta. “Sesuai dengan target, proses perobohan aset bagunan di 10 titik tersebut telah sesuai dengan rencana,” ungkap Fauzan.

Sementara Kepala Kantor Pasar, Renopen mengaku pihaknya telah menempatkan seluruh pedagang yang harus mengosongkan kios berkaitan dengan revitalisasi pasar. Namun pelaksanaan peruntuhan bangunan fisik belum dapat dilakukan secara total, karena sejumlah pedagang saat ini harus ditempatkan di Blok C seperti los kelapa, daging, ikan basah dan kering, ayam serta Los J.

“Sebanyak 485 penampungan yang disediakan untuk pemindahan pedagang los, saat ini telah terisi penuh. Sementara sejumlah pedagang yang tidak kebagian penampungan, sementara ditempatkan pada Blok C sampai ada pemindahan ke bangunan baru yang menurut informasinya bakal dilakukan secara bertahap,” jawab Renopen.

Sekretaris Kota (Sekko) Padangpanjang, Edwar Juliartha menyebut, tim pembangunan pasar telah mengebut berbagai persiapan demi percepatan pengerjaan oleh PT Utama Karya selaku pemenang tender. Setelah diterbitkannya SPMK, tim pembangunan telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan BUMN tersebut untuk segera memulai pengerjaan Senin (18/7) mendatang.

“Tahapan pembangunan pasar sejak awal hingga akhir berjalan sesuai rencana, meski terdapat sedikit pengunduran waktu karena berbagai alasan teknis. Namun secara prinsip, penyelesaian pembangunan pasar representatif ini akan diselesaikan dalam jangka waktu dua tahun melalui anggaran tahun jamak APBD 2016-2017,” ungkap Edwar sembari berharap dukungan semua pihak demi kepentingan bersama.

Wakil Ketua DPRD Padangpanjang, Yulius Kaisar usai hearing bersama tim pembangunan pasar mengatakan telah mengingatkan untuk memastikan kesiapan teknis dan nonteknis. Hal ini agar tidak terjadi kendala yang dapat mengganggu proses pengerjaan, karena sangat berkaitan dengan daya serap anggaran yang telah disediakan sebesar Rp 70 miliar di tahap pertama.

“Di antaranya yang kami pertanyakan sejauh mana kesiapan proses pembangunan pasar seperti administrasi dan bentuk Momerandum of Understanding (MoU). Karena melihat waktu yang tidak cukup panjang, dikhawatirkan berimbas pada Silpa akibat pengerjaan tidak sesuai target dan anggaran tidak terserap sebagai mana mestinya,” sebut Yulius Kaisar.(jpg)

Respon Anda?

komentar