50 Walnag Diminta Rangkul “Lawan Politik”

874
Pesona Indonesia
BEBAN TUGAS MENANTI: 50 wali nagari (walnag) yang dilantik bersama Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, usai pelantikan di kantor Bupati, kemarin--istimewa
BEBAN TUGAS MENANTI: 50 wali nagari (walnag) yang dilantik bersama Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, usai pelantikan di kantor Bupati, kemarin. Foto: istimewa

batampos.co.id – Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, mengingatkan 50 wali nagari (walnag) yang dilantik Kamis siang (14/7), agar merangkul seluruh kompetitor mereka. Tidak boleh ada dendam politik. Karena kerja wali nagari yang baru hasil Pilwanag 2016, sudah ditunggu oleh rakyat yang memberi kepercayaan kepada mereka.

“Saya berharap, 50 wali nagari yang baru dilantik, merangkul seluruh kontestan Pilwanag 2016. Bersama-samalah membangun nagari. Libatkan alim-ulama, niniak-mamak, cadiak-pandai, bundo kanduang, generasi muda. Bersinergilah dengan lembaga yang ada di nagari,” kata Irfendi Arbi kepada Padang Ekspres, usai melantik ke-50 wali nagari tersebut.

Pelantikan ke-50 wali nagari itu berlangsung serentak di aula kantor bupati, kawasan Bukiklimau, Sarilamak, Harau. Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, Ketua DPRD Safarudin Dt Bandaro Rajo, Wakil Ketua DPRD Sastri Andiko Dt Putiah, Sekkab Yendri Tomas, dan Ketua TP-PKK Limapuluh Kota Monalisa Irfendi.

Selain mereka, pelantikan wali nagari serentak pertama dalam sejarah pemerintahah di Limapuluh Kota tersebut, dihadiri Kapolres AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto. Dia hadir bersama Dandim Letkol Inf Heri Sumitro, Kasi Pidsus Kejari Payakumbuh Ade Azharie, para kepala dinas, badan, kantor, dan bagian, serta pengurus Forum Wali Nagari Limapuluh Kota. Disamping itu, juga hadir ratusan tokoh masyarakat dari ke-50 nagari.

Usai dilantik oleh bupati, ke-50 wali nagari tersebut, akan mengikuti serah-terima jabatan (sertijab) dengan Plt Wali nagari yang mayoritas PNS Pemkab Limapuluh Kota. Bupati meminta, sertijab ini tuntas dalam tempo sepekan ke depan. Para camat diminta memastikan ketuntasannya. Sehingga wali nagari yang baru dilantik, bisa langsung bekerja.

Dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin di nagari, Irfendi meminta ke-50 wali nagari yang dilantik, memahami aturan dan perundang-undangan. Terutama mekanisme pemanfaatan dana desa. Karena kini, setiap nagari, akan menerima dana desa. hingga kisaran Rp1 Miliar, bahkan lebih.

“Kita menghimbau wali nagari, mengelola dana desa dengan benar, sesuai aturan. Bila ada keraguan, konsultasikan secara berjenjang, mulai dari camat. Jangan sampai akibat kesalahan pengelolaan keuangan menjadikan wali nagari berurusan dengan aparat hukum. Namun, selagi berjalan sesuai aturan, wali nagari tidak boleh takut. Kalau berjalan sesuai relnya, saya sia memback-up,” tegas Irfendi.

Bupati pilihan rakyat itu juga meminta, seluruh wali nagari, fokus menghadirkan negara ke tengah masyarakat. Dalam hal ini, Irfendi Arbi mencontohkan sosok Presiden Joko Widodo. “Saya kagum dengan Pak Jokowi. Ketika bertemu beliau saat Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Padang, beliau sangat menginspirasi saya. Beliau seorang presiden, tapi tidak pernah segan hadir di tengah masyarakat. Ini perlu kita jadikan tauladan yang baik,” kata Irfendi.

Soal adanya anggapan, pemimpin yang sering ke tengah masyarakat adalah pemimpin yang sedang membangun pencitraan, Irfendi meminta wali nagari tidak gusar. Karena dia juga mengalami hal yang sama. “Saya bekerja membantu mengatur lalu-lintas, memperbaiki ban mobil masyarakat yang rusak, sampai makan di rumah warga miskin, dianggap pencitraan. Tapi biarlah. Yang penting, hadir terus ke tengah masyarakat. Layani masyarakat,” ujar Irfendi.

Pada bagian lain, Irfendi Arbi mengharapkan wali nagari, segera menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menenengah Nagari (RPJM Nagari) yang disinkronkan dengan RPJM Kabupaten dan Provinsi. “Dalam menyusun program ini, tidak perlu bikin program sampai ke bulan. Tapi bikinlah program yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Irfendi mencontohkan, kalau setiap wali nagari, membantu satu kursi roda saja untuk masyarakat penyandang disabilitas, maka dalam setahun, sudah 79 penyandang disabilitas yang mendapat bantuan kursi roda. “Kalau wali nagari menjabat enam tahun, berarti selama pemerintahan mereka, sekitar 500 penyandang cacat, bisa mendapat sentuhan,” ujar Irfendi, saat melantik ke-509 wali nagari.

Prosesi pelantikan itu juga ditandai dengan penandatangan berita acara pengambilan sumpah oleh wali nagari termuda dan tertua, dalam hal ini diwakili Wali Nagari Sungairimbang Ilfandi Rahmatullah dan Wali Nagari Kototuo Syahrial Dt Sinaro Panjang. Sebelum mereka dilantik, Kabag Pemerintahan Nagari Herman Azmar juga memberi informasi, bahwa dengan sudah dilantiknya 50 wali nagari, berarti proses Pilwanag serentak sukses. (jpg)

Respon Anda?

komentar