Arus Balik Masih Padat, Tiket ke Natuna Tembus Rp 1,8 Juta

504
Pesona Indonesia
Penumpang pesawat Sriwijaya saat baru tiba di Bandara Ranai. foto:aulia rahman/batampos
Penumpang pesawat Sriwijaya saat baru tiba di Bandara Ranai. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Arus balik lebaran melalui jalur udara di Natuna hingga saat ini masih padat. Lantaran hanya dua maskapai yang melayani penerbangan.

Arus balik lebaran tahun ini, penumpang harus berebut untuk mendapatkan tiket, terutama penumpang yang akan kembali ke Natuna. Sebab rata-rata pegawai pemerintah liburan di luar Natuna.

Tingginya penggunaan jalur udara, menyebabkan harga tiketpun melonjak, hingga tembus Rp 1,8 juta untuk kembali ke Natuna. Penumpangpun mengeluh.

“Tiket sangat mahal, tadi dapat harga Rp 1,8 juta, pakai Wings Air. Kalau berangkatnya dari Ranai ke Batam bisa Rp 1,4 juta pakai Sriwijaya, kalau tak ada rapat penting mungkin tak berangkat ke Batam,” ujar Yusnaidi, Kepala Telkom Ranai di Bandara Ranai, Rabu (13/7).

Mahalnya harga tiket juga dikeluhkan Farhan, penumpang Sriwijaya Air yang baru pulang mudik di Lombok. Pasalnya harga tiket meroket hingga Rp 1,4 juta dari Batam ke Bandara Ranai.

Tidak hanya naiknya harga tiket disaat musim mudik dan arus balik lebaran, penumpang juga digelisahkan penuhnya seat pesawat. Sehingga harus lebih awal memesan tiket.

Menurut dokter gigi di puskesmas Ranai ini, harga tiket pesawat Natuna-Batam dan sebaliknya, biasanya kisaran Rp 900 ribu. Namun pada musim mudik dan arus balik lebaran harga naik lebih mahal.

“Sekarang bisa pulang, pesan tiketnya jauh hari dari kemarin. Karena sampai tanggal 24 besok tiketnya sudah habis dari Batam ke Natuna,” ujar Farhan.

Masih terbatasnya transportasi menuju Ranai, diakui rombongan Kemenko Maritim dan Sumber Daya yang melakukan koordinasi percepatan ekonomi maritim di Natuna. Beberapa orang dari tim tertunda karena terbatasnya tiket ke Natuna.

“Memang kami akui itu, beberapa dari rombongan terpaksa batal ke Ranai. Tiketnya terbatas, untuk arus balik,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim.

Danalanu Ranai Kolonel Pnb Nurtantio Affan menjelaskan masih tingginya harga tiket penerbangan di Natuna disebabkan terbatasnya maskapai melayani penerbangan ke Natuna.

“Sekarang hanya ada Wings Air dan Sriwijaya, tentu ini menyebabkan harga tiket lebih mahal, karena harus diperebutkan banyak penumpang,” kata Nurtantio.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar