Bupati Anambas Terkejut Ketahui Warga Thailand Miliki KTP Jemaja Timur

915
Naynu Philaiwan saat di kantor Imigrasi akhir tahun lalu. foto: syahid/batampos
Naynu Philaiwan saat di kantor Imigrasi akhir tahun lalu. foto: syahid/batampos

batampos.co.id – Bupati Anambas Abdul Haris, sangat terkejut ketika mendengar adanya warga negaar Thailand memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia atas nama Naynu Philaiwan atau M. Umar (45). Dia tinggal di Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur.

Mendengar kabar tersebut, ia langsung mempertanyakan kepada pihak Imigrasi terkait kebenaran informasi itu. Tidak kalah penting Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang lebih mengetahui persoalan itu. Bupati berharap hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, perlu ditindak lanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kejadian ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, tentu akan ditelusuri informasi tersebut,” jelasnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/7) siang.

Menurutnya untuk mendapatkan suatu dokumen negara bagi WNA tentu ada mekanisme yang harus dilalui antar negara. Oleh sebab itu bagi pihak yang berkompenten dalam menangani segala admnistrasi terkait dokumen, harus lebih selektif dalam mengevalusi setiap usulan yang masuk. Ia tidak ingin Anambas dijadikan tempat pembuatan dokumen negara yang tidak jelas asal usulnya, apalagi bagi WNA.

“Jangankan WNA, penduduk asli Indonesia saja harus memiliki dokumen yang lengkap untuk mengurus segala administrasi yang dibutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Anambas Agus Basir, mengatakan hal ini sudah diproses oleh pihak Imigrasi. Bahkan data orang asing tersebut sudah dihapus dari sistem database atau Adminduk Kabupaten Kepulauan Anambas. Langkah itu sudah pihaknya lakukan, sehingga data yang bersangkutan yang bernama Muhammad Umar tidak ada lagi dalam sistem Adminduk.

Semulanya pihaknya tidak mengetahui terkait persoalan itu, hingga pada hari Senin tanggal 27 April 2015 datang salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di salah satu di dinas Pariwisata untuk memberitahukan persoalan itu bahwa di Kecamatan Jemaja Timur ada orang Thailand yang sudah menjadi penduduk Jemaja Timur. Bahkan sudah menikah dengan wanita tempatan.

Menurut keterangan yang ia dapatkan bahwasanya orang itu sengaja dibawa oleh Camat Jemaja Timur yakni M.Ari dan diperkerjakan sebagai tukang kebun. Tidak mau menunggu waktu yang lama ia langsung memangil Kepala Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur untuk diminta keterangan. Dari keterangan tersebut ia mendapat kesimpulan bahwa WNA itu sudah berdomisili di Anambas sekitara belasan tahun, lalu di bawa oleh camat itu ke Kecamatan Jemaja Timur.

Kemudian orang Thailand yang tidak memiliki identitas yang jelas dibuat usulan menjadi penduduk Indonesia dengan menggunakan rekomendasi perangkat desa yang masih berlaku saat itu. Pihaknya juga sangat menyayangkan dengan sikap atau tindakan yang diambil suatu kebijakan oleh camat itu.

“Saya pastikan data WNA itu sudah dihapus saat ini, untuk proses selanjutnya kita serahkan pihak Imigrasi. Kemungkinan besar warga itu sudah dideportase ke negara asalnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Naynu Philaiwan, warga negara Thailand yang sudah berdomisili di desa Kuala Maras sudah memiliki dokumen negara secara lengkap mulai dari Kartu tanda Penduduk Elektronik (e-Ktp) dengan alamat Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, hingga dokumen lain seperti Kartu Keluarga (KK).

Anehnya, meski ia dilahirkan di Thailand 45 tahun yang lalu, namun pada KTP Naynu tertulis tempat tanggal lahir Kuala Maras 02-04-1972. Alamat Kp. Kuala Ujung RT 006 RW 003 Kuala Maras Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas. Dokumen keluarga tersebut dikeluarkan pada 14-12-2012 lalu.

“Semuanya yang mengurus pak Ari. Saya tidak ikut urus KTP, saya juga bayar karena saya tidak punya duit,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan di kantor Imigrasi kelas III Tarempa jumat (18/12) siang. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar