Bupati Usulkan Tiga Nama untuk Plt Sekda Anambas

1611
Pesona Indonesia
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.

batampos.co.id – Bursa calon Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas pengganti Radja Tjelak Nur Djalal terus berlanjut. Jika beberapa waktu lalu sempat muncul beberapa nama di sejumlah pemberitaan, kini sudah mulai mengerucut. Dari beberapa nama yang diperkirakan akan menjadi calon sekda, ada tiga nama yang sudah diusulkan kepada Pemerintah Provinsi.

Tiga nama calon sekda tersebut diantaranya yakni Sahtiar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan juga mencabat sebagai Plt Kepala Bapeda. Kedua yakni Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Linda Maryati dan Kepala Dinas Komunikasi Informasi Ody Karyadi.

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan, ketiganya sudah diusulkan kepada pemerintah provinsi dan saat ini masih menunggu keputusan dari Gubernur untuk ditanda tangani. Terkait yang bakal menjadi Plt Sekda Anambas ia juga tidak bisa memberi jawaban, sebab hal itu tergantung keputusan dari Pemerintah Provinsi.

“Bisa jadi tiga nama itu yang diputuskan dan bisa jadi hanya satu nama saja, kita tunggu sajalah. Informasi yang saya dapat hari ini akan ditandatangani. Setelah surat keputusan kita dapat akan kita sampaikan ke media,” ujarnya.

Kata Haris nama-nama yang diusulkan untuk menjabat sebagai Plt Sekda sudah memenuhi persyaratan. Jabatan definitif sebagai Sekda nanti akan dilakukan secara terbuka atau open bidding. Hal itu akan menjadi momentum bagi semua orang yang memenuhi persyaratan untuk menjadi Sekda dan itu dilakukan secara terbuka, artinya pemerintah daerah akan membuka ruang bagi pihak unsur profesional juga selain dari Aparatur Sipil Negara (ASN). “Untuk jabatan sekda secara definitif akan kita gelar secara terbuka nantinya,” ungkapnya.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Anambas Linda Maryati, mengatakan, ketiga nama yang diusulkan menjadi Plt Sekda Anambas mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomo 5 tahun 2005 tentang pedoman penilaian calon sekda.

Adapun syarat untuk menjabat sebagai sekda harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya yakni sekurang-kurangnya pernah menduduki dua jabatan struktural eselon II yang berbeda, minimal memiliki ijazah Sarjana Strata 1 (satu), Berusia setinggi-tingginya satu tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan ditambah lagi memiliki persayaratan administratif dan wawasan kebangsaan. “Syarat yang lain masih ada lagi selain yang disebut dan itu susah diatur didalam peraturan itu,” jelasnya.

Ketika ditanya tentang perlu atau tidaknya untuk meminta atau mengetahui pihak pimpinan DPRD terkait usulan Sekda Linda lalu menjawab dengan tegas bahwa usulan sebagai Plt Sekda tidak perlu. Lalu ia menambahkan penafsiran dari norma hukum yang mengatur tentang hak pengusulan sekda yang terdapat dalam regulasi UU Pemda yang berlaku saat ini, hak usulan tersebut berada ditangan bupati atau walikota.

“Jika ada perubahan dalam UU tentu akan ditinjau kembali, namun yang sudah dilakukan terkait usulan sebagai Plt Sekda sudah memenuhi aturan yang berlaku saat ini,” ucapnya.

Calon sekda ini juga sering menjadi perbincangan hangat disejumlah kedai kopi. Ada warga yang cenderung menginginkan Sahtiar, sebagai pengganti Sekda yang lama lantaran dirinya merupakan anak daerah. Namun ada juga yang memilih yang lain karena dilihat dari sisi senioritas. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar