Cuaca Batam Buruk Pesawat Garuda Mendarat di Tanjungpinang

960
Pesona Indonesia
Pesawat Garuda mendarat di Bandara RHF Tanjungpinang karena cuaca buruk di Batam. foto:ist
Pesawat Garuda mendarat di Bandara RHF Tanjungpinang karena cuaca buruk di Batam. foto:ist

batampos.co.id – Pesawat Garuda Boing 737-800 MG dengan nomor penerbangan 152 dari Jakarta tujuan Bandara Hang Nadim, Batam, mendarat darurat di Bandara Raja Haji Fisabillah, Tanjungpinang, Rabu (13/7), pukul 11.30 WIB. Mendaratnya pesawat tersebut karena cuaca buruk dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Dari 147 orang penumpang yang terdiri dari 142 orang dewasa dan 5 orang bayi, sebanyak 21 orang penumpang tidak melanjutkan perjalanan dengan alasan trauma atau takut dan memilih turun di Tanjungpinang. Sedangkan sisanya 126 orang melanjutkan penerbangan dari Bandara RHF ke Hang Nadim, Batam.

Untuk 21 orang yang tidak melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat, Polres Tanjungpinang menyiapkan dua unit bus selanjutnya menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) untuk berangkat ke Batam, menggunakan kapal dipimpin langsung Kapolres Tanjungpinang AKBP Kristian Siagian didampingi Kapolsek Bandara RHF dan jajarannya.

Manager Operasi dan teknik Bandara RHF, Yosef, mengatakan pesawat tersebut terpaksa mendarat di Tanjungpinang, karena cuaca di Kota Batam sangat buruk tidak memungkinkan untuk landing di sana.

”Cuaca di Tanjungpinang sangat baik, sedangkan di Batam sangat buruk. Demi keselamatan penerbangan, maka pilot mengambil langkah untuk tidak melanjutkan penerbangan hingga ke Bandara Hang Nadim,” kata Yosef.

Dikatakan Yosef, untuk 21 orang penumpang yang memilih turun dari pesawat dan memilih melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut untuk ke Kota Batam. Kesemuanya sudah atas izin kapten pilot pesawat Garuda.

”Setelah cuaca cukup baik, Pesawat Garuda Boing 737-800 MG, akhirnya kembali melanjutkan penerbangan pada pukul 13.15 WIB,” ujar Yosef.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Dira Utama mengatakan kondisi cuaca pada saat pesawat Garuda tersebut mendarat di Bandara RHF Tanjungpinang, memang sedang kurang baik di daerah Batam.

”Cuaca dianggap kurang baik, karena jarak pandang di bawah satu kilometer di bandara RHF. Sekitar pukul 13.00 WIB jarak pandang sudah mencapai empat hingga lima kilometer,” ujar Dira.

Dikatakan Dira, cuaca buruk disebabkan beberapa faktor, diantaranya karena tekanan angin dari timur lebih tinggi menuju ke arah barat. Kemungkinan cuaca seperti ini akan berlangsung sampai (17/7) mendatang.

”Kecepatan angin tenggara sampai barat daya 5 sampai 15 knot, 10 sampai 30 kilometer per jam. Dan tidak dapat dipastikan cuaca sering tiba-tiba memburuk hingga tiga hari kedepan, berhembus ke daerah Filipina,” jelasnya.

Sementara itu, pihak dari maskapai penerbangan Garuda, saat ditemui kemarin dapat memberikan keterangan resmi. Saat ditemui, di ruang costumer service di Bandara RHF, salah seorang staff PT Garuda Indonesia, Branch Office Tanjungpinang, tidak berani memberikan komentar. Sedangkan, managernya sedang tidak ada berada di tempat.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar