Cuaca Buruk, KSOP Tanjungpinang Tunda Keberangkatan Sejumlah Kapal

587
Pesona Indonesia
Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos
Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang, Rabu (13/7) siang, sempat menunda keberangkatan sejumlah kapal tujuan Batam dan Tanjungbalai Karimun, karena di terpa angin barat. Penundaan keberangkatan dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang dan muatan kapal.

Kepala Pos Pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura (SBP), Sutoyo mengatakan pihaknya meminta kepada seluruh operator kapal untuk sejenak berteduh karena cuaca sedang kurang baik. Setelah cuaca kembali membaik, maka kapal tersebut kembali melayani rute Tanjungpinang-Batam.

”Sekitar 30 menit, ada sejumlah kapal tujuan Batam terpaksa kami tunda keberangkatannya karena angin barat turun secara tiba-tiba,” ujar Sutoyo.

Dikatakan Sutoyo, penundaan keberangkatan kapal tersebut, dilakukan pihaknya untuk menghindari terjadinya insiden di laut. ”Yang jelas, kami memberikan kenyamanan, keselamatan kepada penumpang maupun alat transportasi itu sendiri,” ucapnya.

Selain itu, jelas Sutoyo, untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari. Pihaknya selalu mengacu pada data cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang.

”Tadi pagi data dari BMKG masih aman. Namun, setelah siang tiba-tiba turun angin barat, sehingga terpaksa ditunda keberangkatannya,” jelasnya.

Salah seorang penumpang kapal Ferry Oceana dari Batam tujuan Tanjungpinang, Bram, mengaku was-was saat angin kencang pada saat kapal yang ditumpanginya tersebut berada di perairan belakang Pulau Penyengat. Selain itu, saat mendekati Pelabuhan, kapal yang ditumpanginya dan sejumlah kapal lainnya juga tidak bisa bersandar.

”Angin dan arus tadi sangat kuat. Sehingga ada beberapa kapal yang tidak bisa bersandar ke ponton dan terombang-ambing tak jauh dari Pelabuhan,” kata Bram.

Sementara, salah seorang penumpang kapal tujuan Tanjung Balai Karimun, (42), mengaku khawatir dengan cuaca ekstrim yang terjadi tersebut. Cuaca seperti itu baru pertama kali dialaminya selama menggunakan kapal sebagai transportasi ke kampung halamannya.

“Jadwal kapal itu pukul 13.00 WIB berangkatnya, tetapi sekarang belum ada, mungkin ditunda. Cuaca seperti ini pun buat saya dan 8 saudara saya jadi khawatir,” ucapnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar